Otomotif

Posisi “Terjepit” Yang Bikin “Asik”

Begini cara menonaktifkan alarm pada mobil Avanza

TandaPetik.Com – Belum lagi matahari terbit saya ditimpa posisi yang serba “terjepit”. Dimulai dari charger dan USB smartphone saya hilang, tidak ada uang, dan remote alarm mobil error, alarmnya tak bisa mati, bunyi terus berulang-ulang. Andai saja tidak ada janji untuk menjemput seorang perempuan tepat pukul enam. Mungkin akan santai saja. Masalahnya mobil tak bisa jalan, dan semua kontak ada pada smartphone yang mati. Saya tak bisa berkomunikasi via internet, usaha saya hanya bermodalkan kartu pascabayar pada hape poloponik saja.

Saya pengguna Toyota Avanza 2009. Yang dari pabrikannya sudah disematkan mode keamanan berjenis alarm dengan modul tersambung pada kunci kontak yang diteruskan ke corong klakson. Sebelum jemputan saya kecewa, persis pukul 7 saya menguhubungi remah-remah kontak di hape kecil agar bisa dioper ke teman yang bisa menjemputnya. Done! permasalahan nomor 1 selesai. Si perempuan yang saya maksud bisa dijemput teman saya tanpa ia terlambat hadir dalam kegiatannya.

Permasalahan nomor 2, mobil tak bisa dihidupkan. Apa yang bisa saya lakukan tanpa sarana transportasi kecual jalan kaki yang letak rumah saya kurang lebih 10 kilometer dari pusat kota. Dan sepagi ini, emang ada bengkel mobil yang buka?

Saya pikir youtube bisa menolong saya dalam memperbaiki persoalan alarm mobil. Tapi bagaimana saya streaming sedangkan smartphonenya mati, ini permasalahan nomor 3. Saya pengguna usb type C. Sedikit sekali teman-teman lingkungan saya bergaul menggunakan USB yang sama. Satu-satunya jalan menunggu mantan pacar saya datang ke rumah karena memang kita sama-sama pengguna USB type C. Singkatnya dia datang pukul 09.00. Tentu saja setelah saya telpon dengan hape poliponik tadi.

Tanpa kepanikan, saya sempatkan pinjam motor mantan pacar untuk membeli sarapan. Sekadar untuk tenaga. Entah cara yang bagaimana nanti bisa saya lakukan ke mobil saya, belum tahu.

Boro-boro mikir ganti alarm, udah bisa distop bunyinya dan dinyalain aja udah syukur.

Sempat mikir cari teknisi ke bengkel dan nyari kontak di situs olex, tapi dipikir-pikir lagi, gak ada budget buat ngebayar, sekadar beli nasi bungkus mah cukup aja.

Permasalahan nomor 3 selesai. Smartphone saya sudah menyala, saya buka beberapa kata kunci “mematikan alarm mobil yang error” di yutub. Banyak sih, saya mesti milih-milih yang mana paling sesuai dengan Avanza saya. Kebanyakan hanya tutorial reset alarm yang diputar dari posisi acc-on tiga kali. Untuk kondisi alarm yang masih aktif gak mempan. Saya mencari cara lain tanpa Tanya-tanya teknisi, sumpah mah modal yutub doing.

Akhirnya sebilah obeng menolong saya

Saya membuka dasbor yang berada dibalik setir kemudi. Ada tiga baut di sana, paling bawah, kiri setir, dan kanan setir. Dibalik dasbor ada beberapa modul kelistrikan. Nah, modul yang terdekat dengan kunci adalah modul alarm. Modelnya plug and play. Jadi tidak perlu memotong kabel, cukup melepas saja dan menyambungkan kembali modul listrik langsung ke kunci kontak. Saat melepaskan modul alarm perhatikan lampu merah di samping tombol mirror mati, memastikan alarm memang dalam kondisi off. Dan, kunci saya putar ke on. Mobil menyala. Permasalahan nomor 2 selesai. Saya bahagia.

Apa yang bisa dipetik dari peristiwa ini bagi saya pribadi? Pertama, sepagi itu saya sudah mandi dan wangi. Kedua, silaturahmi ke teman-teman nelpon pagi-pagi Cuma buat cari kontak yang bisa terima operan orderan, ketiga, saya bisa bongkar sendiri dasbor mobil dan mematikan modul alarm untuk pertama kali. Keempat, saya nonton lagi kekalahan Brazil atas Belgia tadi malam di tv. Hehe.

Entahlah, beberapa waktu ke depan, mungkin akan diperbaiki alarmnya. Permasalahannya hanya pada remotnya yang memang sudah terlalu tua. Meski batterynya baru, banyak hal yang mesti kita perbarui. Tak hanya energi untuk hidup, tapi juga wawasan untuk bertahan di era serba tersedia seperti sekarang ini. Kita tak pernah tahu. Kita hanya memprediksi, seperti menerima kekalahan. Yang tak pernah kita sangka-sangkakan.

Tags

Ananda Perdana Anwar

Lahir di Pelaihari, tinggal di Banjarbaru, suka jadi driver online, tapi lebih senang nulis curhatan penumpang. Nyambi jadi wartawan, dan alhamdulillah masih beriman.

3 Comments

  1. Sebenarnya ini permasalahan gampang, cuman terlalu diambil hati ya jadinya seperti ini. Andai saja itu alarm itu tidak ada dari sebelumnya, pasti hal tersebut tidak akan terjadi. Begitu aja sih saran tambahan dari saya, Sukses ya say.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin