Ulasan

Persamaan Avatar The Last Air Bender dan BPBD Kota Banjarbaru Ketika Negara Api Menyerang

Air, bumi, api, udara. Dahulu kala, keempat negara hidup dengan damai, namun semuanya berubah saat Negara Api menyerang. Hanya avatar yang mampu dapat menghentikannya, namun saat dunia membutuhkannya, dia menghilang. Beratus tahun kemudian aku dan kakakku menemukan seorang avatar muda yang baru. Seorang pengendali udara bernama Aang. Walaupun pengendalian udaranya sangat bagus, namun dia masih butuh banyak waktu untuk bisa menguasai semuanya. Tapi aku yakin, Aang dapat menyelamatkan dunia.

___

TandaPetik.Com – Siapa yang tak tahu serial Avatar Aang? Avatar the Last Air Bender? Si pengendali angin yang berusaha sekuat tenaga untuk melawan kekuatan Negara Api. Dan Aang adalah ujung tombak dari sebuah perlawanan yang telah berlangsung tak kurang dari seratus tahun tersebut.

Jika Anda sempat berkunjung ke Pos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, dan mencari tahu apa saja yang sudah mereka lakukan, percayalah, dalam kepala saya terbayang bagaimana mereka berperang melawan serangan api. Mungkin hampir sama dengan apa yang Aang dan kawan-kawan lakukan. Mungkin begitu, atau bahkan mungkin lebih dari itu. Maklum, di Banjarbaru saat ini cuaca sedang panas-panasnya. Kabut asap dari api pembakaran hutan seperti pesan bernada ancaman yang dikirimkan oleh negara api kepada Aang.

Dalam realitas di Banjarbaru, ancaman tersebut berusaha diantisipasi oleh BPBD Kota Banjarbaru. Beberapa posko dibangun dengan segala perlengkapan di lapangan seperti motor trail, mobil rescue, pick up, mesin portable, mobil pemadam kebakaran. BPBD Kota Banjarbaru tidak sendirian. Seperti halnya Aang yang bekerjasama dengan negara air dan bumi, BPBD Kota Banjarbaru pun bekerjasama dengan UPTD Damkar Banjarbaru, Kepolisian Banjarbaru, dan TNI KODIM 1006.

Daerah Rawan Serangan Negara Api di Banjarbaru

Lahan hutan dan semak belukar adalah sasasaran empuk terjadinya serangan api. Terbukti, dalam sepekan terakhir, daerah yang sering terjadi kebakaran adalah di Landasan Ulin, Guntung Damar, dan beberapa tempat ke arah Pelaihari.

Sebagai manusia awam yang tak pernah melihat kebakaran hutan secara langsung, kepala saya lalu membayangkan episode-episode akhir dari serial Aang The Last Air Bender—salah satu serial kesukaan saya itu—ketika Komet Sozin jatuh, dan membuat bumi menjadi merah menyala warnanya. Hal itu kemudian membuat kekuatan para pengendali api bertambah-tambah.

Ozai, si raja api, mulai melancarkan serangannya guna menguasai dunia. Dari atas kapal yang bisa terbang, yang melintas di langit bak balon udara, para pengendali api melancarkan serangan api-nya ke segala tempat yang mereka lintasi, membabat habis pohon-pohonnya, membikin orang-orang ketakutan, dan banyak jiwa tak bersalah bergelimpangan. Sementara itu, saat akhirnya Avatar bertemu dengan Ozai dan bertarung dengannya, kawan-kawannya juga sedang berusaha memadamkan (pengendali) api di segala penjuru.

Nah, dalam bayangan saya, meski pun nyatanya jauh berbeda, itulah juga yang dialami para pemadam kebakaran saat mereka bekerja: situasi yang kacau, udara panas, berjibaku dengan api, melawan kekuatan super dahsyat dengan niat dan kerja keras. Seperti mana juga Aang, yang dalam beberapa kesempatan jatuh bangun ketika melawan Ozai, orang-orang ini pun saya pastikan mengalami hal serupa: jatuh, kepanasan, mungkin dalam beberapa keadaan bahkan mereka juga merasa takut dengan api yang membubung itu. Tapi, toh, mereka tetap di sana, memadamkan api, mengevakuasi warga sekitar, membantu banyak hal yang kiranya dapat mereka bantu.

Hanya saja, mereka ini bukan tokoh fiksi yang bisa mengendalikan elemen-elemen alam, mereka ini manusia biasa, yang tentunya punya batas-batas tertentu. Seperti kata koordinator media, Yunus Ariandie, ada saat kebakaran terjadi jauh di dalam hutan, di mana mobil tak bisa masuk ke sana, itu yang paling susah. Untuk sementara, lanjut beliau, kalau itu terjadi, kami bergantung pada dua mesin portabel tersebut, itu pun harus ada sumber air atau sumur terdekat. Sisanya, yang bisa dilakukan, adalah mengevakuasi warga sekitar, dan menyisir pinggirannya supaya kebakaran tidak bertambah luas.

Dalam Tenda pos BPBD Kota Banjarbaru saat itu, saya merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Katara serta Sokha ketika untuk kali pertama mereka bertemu Aang dalam bongkahan es tersebut: penemuan avatar baru, dalam dunia nyata, para pengendali air yang punya dedikasi besar terhadap tugasnya. Merekalah BPBD Kota Banjarbaru bersama timnya!

Dan, seperti kata Katara dalam narasi pembuka serial Avatar The Last Air Bender tersebut: Walaupun pengendalian air mereka sangat bagus, namun mereka masih butuh banyak waktu untuk bisa menguasai semuanya. Tapi saya yakin, mengendalikan api ketika sedang mengamuk, adalah tugas mulia!

Tags

Rafii Syihab

Mahasiswa biasa yang punya cita-cita jadi manusia.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin