Ulasan

Perpustakaan Percontohan Banjarbaru Ini Rindu Pembaca

TandaPetik.Com – Sunyi, kata itu saya rasa tepat menggambarkan Kantor Perpustakaan Percontohan yang berada diantara Kantor Dinas Pendidikan dan Dinas Permukiman dan Perumahan Kota Banjarbaru yang beralamat di Jalan RO Ulin NO 7 Loktabat Selatan, saat saya lewat di depannya, hari senin 3/12/2018.

Bangunan bercat putih yang menguning diibaratkan baju yang telah kotor, perlu di cuci lagi. Terlihat kokoh luar dalam, seakan yakin bisa menumbuhkan minat baca semua orang disekitarnya.

Melihat pintu tertutup rapat, Saya mencoba melakukan hal iseng seperti mengetok pintu, siapa tahu ada yang membukakan pintu, tapi memang sunyi juga.

Ditambah arena bermain komedi putar mini yang disematkan di halaman depan, seakan menambah kekuatan agar menarik minat anak-anak untuk hadir membaca buku sambil bermain, yah tapi sudah berkarat seakan tidak dirawat. Saya belum coba sih apa masih bisa digerakkan atau tidak.

Rumput-rumput nampak menguning mengikuti warna dinding perpustakaan, serasi boleh tapi tidak begini juga, minimal disiramlah.

Saya beranikan diri menengok ke dalam melalui jendela. Terlihat susunan rapi meja dan kursi-kursi hitam legam menanti seseorang mendudukinya sambil berdiskusi buku apa saja yang menarik untuk dibaca.

Buku-buku tersusun rapi, entah berdebu atau tidaknya kurang tahu. Tapi saya yakin buku-buku ini rindu pembacanya.

Terlebih dulu saya pernah hadir dalam peresmian perpustakaan percontohan ini, sewaktu itu yang meresmikannya Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Kota  Banjarbaru Hj Nurliana Dardie yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.

Sambil mengingat, peresmian itu dihadiri anak TK maupun SD. Entah kemana sekarang, anak-anak itu, padahal ada TK atau SD di dekat perpustakaan ini. Entahlah.

Dulu kantor ini nampak “gembira”, sekarang “sedih gundah gulana” menanti pembaca. Menurut hemat saya, keadaan perpustakaan ini jelas berbanding terbalik dengan misinya sebagai perpustakaan percontohan, dulu kata Hj Nurliana Dardie ini bisa menjadi contoh perpustakaan yang ada di seluruh Banjarbaru, itu hanya tinggal angan.

Apakah perlu mengadakan peresmian lagi, agar perpustakaan ini ramai seperti dulu, agar bisa menjadi contoh sebenarnya.

Oh saya lupa, perpustakaan percontohan ini punya nama yaitu perpustakaan dua rumpun bambu. Semoga saja perpustakaan ini tidak menjadi lahan sembilu sebenarnya.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin