SosokUlasan

Para Putri Disney ternyata Tidak Selalu Berakhir Bahagia, Lihat Versi Aslinya!

TandaPetik.Com – Sewaktu kecil kebanyakan anak perempuan akan bercita-cita sebagai Cinderella yang akhirnya dijemput oleh pangerannya. Jika bukan, maka mereka akan bercita-cita menjadi putri yang lain seperti Bella, Aurora atau putri yang lebih modern seperti putri Sofia dan teman-temannya.

Cerita para putri ini banyak memberikan pesan bahwa kerja keras dan tekad kuat pasti akan berakhir baik. Best partnya adalah akhir dari cerita mereka akan disandingkan dengan pangeran pujaan hati. Tapi untuk sebuah cerita di dalam kehidupan nyata bukankah akhir yang demikian seperti terlalu dipaksakan?
Cerita para putri yang ada di disney dan khayalan anak- anak perempuan sekarang too good to be true, iyakan?

Bukan hanya itu, cerita para putri yang kita tahu selama ini ternyata tidak semuanya berakhir dengan bahagia. Ada beberapa alur cerita yang berbeda terutama pada bagian akhir cerita. Alasan perubahan ini sebenarnya saya tidak mengetahui secara pasti. Hanya saja saya memiliki pendapat sendiri mengenai akhir yang selalu bahagia di setiap cerita dongeng.

Cerita para putri ini biasanya pertama kali didengar oleh anak-anak sewaktu menjelang tidur. Orangtua mereka terutama para ibu menceritakan dongeng-dongeng yang penuh dengan keajaiban, pangeran dan kebahagian diakhir cerita. Inilah awal mulanya. Cerita yang memiliki akhir tragis atau sad ending bukanlah akhir yang diinginkan oleh ank kecil yang ingin tidur. Selain menyedihkan, orangtua yang sedang menceritakan kisah tersebut pasti berpikir mungkin akan menyebabkan anak mereka bermimpi buruk.
Karena tokoh seorang ibu disini sangat berperan penting dalam perubahan akhir cerita. Seorang ibu yang penuh kasih sayang, penuh perasaan dan selalu berharap yang terbaik bahkan pada akhir cerita dari sebuah dongeng yang sedang dibacanya. Disisi lain sebenarnya memang ada beberapa cerita putri ini yang memang berakhir tragis dan menyedihkan.

Pertama adalah Aurora sang putri tidur. Cerita putri yang tertusuk jarum dan akhirnya tertidur di dalam kastil yang dikelilingi hutan lebat dan berbahaya. Cerita bahagianya adalah sang putri akhirnya ditemukan oleh seorang pangeran yang mencintainya, membangunkannya dari kutukan dan hidup bahagia selamanya. Versi asli dari cerita ini adalah sang putri memang ditemukan oleh seorang laki-laki, akan tetapi ia akhirnya diperkosa dan memiliki anak. Bukan hal baik untuk diceritakan pada anak yang ingin tidur.

Cerita kedua yaitu Ariel sang putri duyung. Keinginannya yang ingin memiliki kaki dan hidup bersama nahkoda tampan yang ditolongnya ternyata tidak berjalan mulus. Ketika ia mendapatkan kaki yang ia inginkan, sang putri duyung kehilangan suaranya dan menemukan bahwa ternyata laki-laki pujaan hatinya tidaklah mencintai dirinya. Untuk mengembalikan suara dan kaki ikannya, sang putri duyung diharuskan membunuh sang pangeran. Karena ketidakmampuannya membunuh orang yang dicintainya, sang putri hanya kembali dan menjadi buih dilautan.

Jadi kalian para calon putri masa depan, tanpa pangeran bukan berarti kamu tidak bisa menjadi seorang putri. Para putri ini bahkan tidak berakhir bahagia. Temukan saja orang yang mencintai kalian apa adanya dan jangan lupa untuk berbahagia. Salam dari saya yang juga berpikir akan menjadi seorang putri.

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Desita H. Putri

"Karena berpendapat adalah hak semua manusia, mungkin karena itu pula bahasa tercipta"

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin