Esai

Ngilu Bacanya, Kampanye Habis Makan Disuruh Beres-Beres. Bagaimana Pendapatmu?

TandaPetik.Com – Dulu, usai makan, ibu selalu mengingatkan untuk beres-beres meja makan. Minimal membawa piring bekas makanan ke dapur atau tempat pencucian piring. Biasanya, anak perempuan yang diberi mandat istimewa untuk mencuci piring-piring tersebut. Cemberut Mode On.

Tradisi, kebiasaan beres-beres usai makan barangkali mulai luntur saat ini. Anak zaman sekarang cenderung justru minta serba dilayani. Siap jadi. Siap beres! Tapi tidak semuanya sih.

Kebiasaan membereskan meja makan sebenarnya baik. Melatih disiplin, rasa tanggung jawab, sebagai bentuk gotong royong, rasa terima kasih kepada si Ibu karena telah menyiapkan segalanya, mulai memasak sampai meracik bumbu agar terasa nyaman di suap.

Itu untuk di rumah.

Nah, bagaimana jika tradisi di atas kemudian diberlakukan di rumah makan? Secara logika, setiap kita pergi ke rumah makan, tujuan membayar tidak hanya karena makanannya saja bukan? Tapi juga layanan mereka. Tapi jika itu diberlakukan, setelah usai makan, kamu disuruh beres-beres meja makan, setuju tidak? Dalihnya, untuk menumbuhkan kembali budaya beres-beres setelah makan tadi.

Bau-baru saja tadi, KFC Indonesia mencoba untuk mengkampanyekan hal tersebut. Aksi KFC Indonesia diberi nama kampanye beberes.

Kampanye beberes KFC Indonesia ini sebenarnya sudah menjadi hal biasa di negara-negara maju. Tapi ketika dikampanyekan di Indonesia, berbagai macam komen nyinyir mewarnai dunia twitter.

Kampanye beberes ini sebelumnya pernah juga dilakukan di Indonesia oleh Edward Suhadi. Ajakan tersebut di beri nama “tumpuk di tengah”. Maksudnya adalah, mengajak para pembeli untuk ikut meringankan beban orang-orang di sekelilingnya termasuk pramusaji. Kita diajak setiap habis makan dan minum untuk selalu menumpuk semua piring dan mangkok menjadi satu sehingga pramusaji mudah membawanya ke dapur.

Ajakan melalui kampanye beberes sebenarnya pun tidak meminta kita untuk mencuci piring. Hanya meletakkan kembali sisa bungkus makanan atau minuman ke atas nampan. Hanya sesederhana itu sebenarnya sangat berarti untuk para pramusaji rumah makan. Apakah itu merepotkan?

Menolak atau menerima ajakan hal sederhana semacam di atas adalah keputusan masing-masing. Tapi kalau penulis sih berpendapat begini; memang sih ketika pergi ke rumah makan, maunya dilayani. Toh kita bayar. Tapi kalau untuk sekadar membereskan piring atau sendok ke atas nampan, atau menumpuknya ke tengah, itu tidak masalah.

Ya. Penulis akan melakukannya nanti kalau ke rumah makan. Meskipun pramusaji sudah dibayar atas pekerjaannya, tapi kalau ini bisa membantu mereka, terpujilah!

Kalau dicari persamaannya, pernah melihat pekerja petugas kebersihan menyapu di jalanan? Apakah karena mereka sudah digaji lantas kita boleh seenaknya membuang sampah sembarangan?

Lantas bagaimana pendapat mereka? Yuk intip sebagian komentar mereka ketika KFC Indonesia mengkampanyekannya melalui twitter.

Harga Mobil 2019 dan Konsultasi gratis

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh bantuan? Chat WA
Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
%d blogger menyukai ini: