Esai

Meraba Kembali Arti S Coret di Depan Pasar Batuah, Martapura

TandaPetik.Com – Apakah kamu masih ingat dengan video viral yang menampilkan seorang polisi berdebat dengan  seorang sopir taksi tentang Parkir dan Berhenti yang berasal dari salah satu acara tv swasta beberapa bulan lalu?

Jika tidak, gak masalah. Dan jika ingat, syukur, berarti ingatan kamu masih bagus. Hehe..

Ngomong-ngomong, kamu tau gak sih bedanya P coret dengan S coret?

Katanya, sih, P coret itu artinya dilarang parkir (yaiyalah) dengan pengertian bahwa pengemudi diperbolehkan menurunkan atau menaikkan barang bawaan entah itu berupa makhluk hidup atau benda mati, tapi gak boleh berhenti sambil nunggu datangnya orang atau pun barang—alias ngetem. Gitu. Mungkin maksudnya gini kali, ya, si sopir itu boleh berhenti sebentar doang—mungkin dengan perkiraan waktu makan satu piring nasi rawon?

Nah, sedangkan S coret, konon artinya dilarang berhenti dengan maksud gini, sopir gak boleh berhenti bahkan jika hanya sebentar doang. Pokoknya gak boleh—bahkan jika hanya dalam satu tarikan napas pendek. Apakah boleh menurunkan atau menaikkan penumpang? Ya, gak bolehlah yaw….

Eh, tapi tunggu dulu. Aku gak tau juga, sih, yang mana yang benar yang mana yang salah. Tapi, ya, kalau sepengetahuan aku sih gitu. Ini bukan firman, kok, jadi kalau mau disalahkan ya gak masalah, yang penting jangan mengkafirkan aja. Kan, gak asik kalau kafir gara-gara rambu-rambu lalu lintas doang, yak..hohoho…

Lalu, setelah penjelasan yang kurang berfaedah itu, aku mau ngajakin kamu berdiskusi tentang makna S coret yang ada di depan Pasar Batuah, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Indonesia, Bumi.

Untuk kamu yang kebetulan gak pernah ke sana, silakan lihat foto di bawah ini, yaw.

Nah, jadi begitulah keadaanya. Awalnya, penulis sendiri cukup kecewa. Ini, loh, jelas-jelas ada rambu-rambu S coret kok masih saja mobil-mobil berhenti di sana, parkir pula. Tapi kemudian aku mikir, owalah, bisa jadi S coret di sana itu artinya bukan dilarang stop. Bisa saja ia punya makna yang lain. Dan di sini, aku mau ngajakin kamu meraba-raba kembali makna S coret itu dan mencari tujuan sebenarnya mengapa rambu-rambu tersebut dipasang. Yuk..

  1. Dilarang selingkuh

Nah loh, bisa jadi S coret yang ada di samping jalan itu sebenarnya punya arti dilarang selingkuh. Loh  kok bisa? Yaiyalah, bisa. Itukan tempat umum, selingkuh di tempat seperti itu tentu akan membawa banyak kemudhoratan bagi banyak orang. Misal, kamu selingkuh di bawah rambu jalan itu, lalu pasangan kamu datang, kalian bertengkar, lalu bunuh-bunuhan. Mudharat, bukan? Belum lagi nanti orang-orang pada dikumpulin buat jadi saksi di kantor polisi. Duh, Nyusahin!

  1. Dilarang sayang-sayangan

Jelas saja di tempat itu sayang-sayangan dilarang. Tempat umum woy! Lagian kota Martapura ini kan kota Serambi Mekkah, kota agamis. Mengumbar hal-hal yang begituan akan mengundang kemarahan banyak orang—terutama yang gak punya pasangan. Nah, kalau menurut aku sih, dalam konteks ini, S coret itu dipasang agar tidak ada lagi orang-orang yang mengumbar kemesraan di tempat-tempat umum untuk menjadikan Kota Martapura sebagai kota yang beradat dan beragama secara utuh. Gitu.

  1. Dilarang sikut-sikutan sesama teman hanya karena satu perempuan yang jelas-jelas udah punya pacar.

Menurutku, sih, untuk yang satu ini gak butuh penjelasan banyak, ya. Sikut-sikutan sesama teman tentu akan menghancur silaturrahmi, dan hal itu tentu tak bagus untuk kota dengan ciri agamis seperti Martapura ini. Kita harus damai, jangan sikut-sikutan. Lagian, kalau soal cewek doang, mah, di Martapura ini buanyak banget cewek cantik untuk kita semua para cowok. Jangan karena hal sesepele itu kota ini menjadi tak aman, menjadi panas dan penuh dendam.

Udah ah, itu aja analis penulis tentang makna S coret itu, ada perlunya memang masalah S coret di Pasar Batuah, Martapura ini dibawa ke jenjang yang lebih serius (Lah, emang hubungan kali, ya) agar tak lagi meresahkan orang-orang sengklek seperti saya ini. Hoho..

Eh, ada baiknya akhir tulisan ini saya akhiri dengan satu pertanyaan saja kali, ya: Menurut kamu, arti S coret itu apa sih sebenarnya?

Tags

Rafii Syihab

Mahasiswa biasa yang punya cita-cita jadi manusia.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin