Sosok

Mengenal Handy, GM Angkasa Pura Termuda eks Syamsudin Noor

TandaPetik.Com – Saya duduk di baris kedua di mobil Camry bersama GM PT Angkasa Pura 1. Sembari menanyakan apakah boleh obrolan kami dipublikasikan dalam bentuk tulisan opini santai saja. “Wah gimana ya mas, nanti jatuhnya malah riya,” begitu jawaban beliau. Saya pastikan tidak, demikian saya menuliskan ini berharap bisa menjadi inspirasi bagi para pengemban profesi yang sama atau bidangnya masing-masing. Siapa tahu bisa memberikan manfaat dan penyemangat dalam ruang lingkup kerjanya. Terlebih saya sebagi jurnalis yang juga penulis.

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan General Manager PT Angkasa Pura Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan Balikpapan. Adalah Handy Heryudhitiawan. Meski tak berencana, saya beruntung bisa turut serta dalam kunjungan itu.

Bersama dua orang rekan, kami parkir di kawasan bandara seperti yang lainnya. Permulaannya kami bingung di mana ruangan pak GM. Lama menunggu, dan kami hanya diminta untuk menunggu. Tak menyangka justru bakal dijemput dengan Camry pribadinya. Anugerah dari Tuhan untuk saya yang suka spek roda 4.

Kami diajak untuk berbincang di suatu rumah makan bernuansa Bandung di seberang bandara. Dalam perbincangan itu, Handy biasa ia disapa, saya sebut sebagai sosk yang humble. Saya kira tak berlebihan, sebagai GM PT Angkasa Pura ia justru lebih dulu menyapa hangat para karyawannya.

Jauh sebelum ia dipromosikan ke Bandara Sepinggan Balikpapan, Handy telah melalui tantangan untuk memajukan Bandara yang alot dalam pengembangannya, yakni Bandara Syamsudin Noor yang jaraknya hanya sekitar 15 menit dari rumah saya. Siapa yang sangka, justru melalui tangan hangatnya, ia berhasil meraih penghargaan bergengsi pada April 2017 lalu.

Adalah Award bergengsi Marketeers of The Year kategori Infrastructure and Utilities sebagai General Manager Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Handy Heryudhitiawan menjadi satu dari 8 individu di Kota Banjarmasin, termasuk Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani yang mendapat gelar dalam rangkaian acara Indonesia Marketeers Festival 2017 di Ballroom Golden Tulip Galaxy Hotel Banjarmasin yang diselenggarakan oleh MarkPlus Inc. Penghargaan diserahkan langsung oleh Deputy CEO of MarkPlus Inc. Jacky Mussri.

Kami berbincang santai saja, saya perkenalkan bahwa saya jurnalis di satu media di Kalsel. Yang waktu itu bertugas di daerah sewaktu Handy menjabat sebagai GM Angkasa Pura II Bandara Syamsudin Noor. Karena memang tak sempat bertanya intens, maka saya tanyakan lagi kepadanya. “Bagaimana sewaktu bertugas di Bandara Syamsudin Noor, Pak?”

“Penuh tantangan, dan sangat memacu adrenaline,” jawabnya singkat sembari menarik napas panjang diselingi tertawa kami berempat di meja makan.

Yah, maklumlah, dalam rentang beberapa tahun terakhir Bandara Syamsudin Noor masih saja teru melakukan pengembangan-pengembangan yang tiada akhir. Masih mending sekarang proyek sudah berjalan, dibandingkan tahun-tahun lalu yang terus saja berkutat pada pembebasan lahan.

“Dari pertama saya diberi amanah di tahun 2015 untuk memimpin Bandara Syamsudin Noor, yang selalu ingin saya wujudkan adalah komitmen PT Angkasa Pura I untuk membangun bandara baru. Namun demikian sembari menunggu prosesnya berjalan kami juga sudah mengantisipasinya dengan pengoperasian terminal kedatangan pada 29 Januari 2017 yang dibangun di atas lahan seluas 2.624 m2.” Jelasnya.

Tak dipungkiri, sebagai GM ia terbilang GM termuda dari sekian GM Angkasa Pura. Upanya untuk menggolkan rombakan terminal keberangkatan dan menambah dua gate keberangkatan mengurangi kendala kapasitas pengguna jasa. Plus lagi area parkir yang semakin diperluas.

Menurut Handy, penghargaan ini tidak akan membuatnya berhenti untuk terus membawa Bandara Syamsudin Noor sebagai penyedia jasa pelayanan kebandarudaraan yang mengedepankan kepuasan pengguna jasa. Meski pengukuran yang secara rutin dilakukan oleh lembaga independen yang kredibel INACA (Indonesian National Air Carries Association) yang ditujukan terhadap lima indikator diantaranya penumpang, konsesioner, air crew, station manager, serta pelanggan kargo di tahun 2016 lalu menghasilkan nilai 4,15 atau naik dari tahun 2015 lalu yang bernilai 3,95, hal ini tak lantas membuatnya berpuas diri. Sikap optimisme dan semangat yang tinggi senantiasa ia tekankan kepada jajarannya.

Handy : Terima kasih Media

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, Handy Heryudhitiawan tak lupa menyampaikan terima kasihnya kepada rekan-rekan media “Tentunya peran media sangat besar membesarkan nama dan mendekatkan program-program kami kepada masyarakat luas. Kami berterima kasih atas kolaborasinya dalam menyebarkan informasi selama ini. Mari bersiap untuk pengembangan bandara baru.” ungkapnya

General Manager Bandara Syamsudin Noor lantas mempersembahkan penghargaan ini khususnya kepada seluruh karyawan dan karyawati yang menurutnya adalah sumber inspirasi dan motivasi untuk terus berinovasi. Langkah-langkah dan hasil yang dicapai, tambah Handy berhasil menciptakan perubahan yang lebih baik di berbagai sektor dan membuat Bandara Syamsudin Noor menjadikan setiap tahunnya sebagai tahun pembuat perubahan atau The Year of Change Maker.

MarkPlus Inc. bekerjasama dengan majalah Marketeers memberikan pengakuan dan penghargaan kepada para tokoh lokal di bidang pemasaran di Kota Banjarmasin melalui penganugerahan Marketeers of The Year Banjarmasin 2017. Tokoh-tokoh tersebut adalah indvidu yang dipandang telah menunjukan “Marketing Spirit” luar biasa yang patut diteladani. Pada saat yang bersamaan tokoh tersebut dinilai juga telah berhasil membawa dampak positif signifikan khususnya terhadap kinerja perusahaan dimana yang bersangkutan berkarya maupun terhadap masyarakat luas pada umumnya.

Tantangan Dan Pengalaman Tidak Bisa Dibeli

Dan menuntaskan masa tugasnya pada September 2017 lalu, ia berpamitan meninggalkan Banjarbaru untuk dipromosikan ke jabatannya sebagai GM di Bandara Sepinggan Balikpapan. Kepada kami, Handy mengungkapkan tak terhingga terima kasih karena pengalamannya ketika bertugas di Banjarbaru begitu luar biasa.

“Tantangan dan pengalaman tentu tidak bisa dibeli dengan materi. Saya juga berpesan agar Angkasa Pura I pusat memilih orang yang bisa berlari cepat untuk melanjutkan proyek menggantikan posisi saya di Syamsudin Noor,” ujarnya.

Jika dibandingkan sepinggan memang terlalu mewah, karena memang berkembang lebih dulu. Kami pun sempat terpana ketika singgah. Entah apakah bandara Syamsudin Noor ke depannya akan lebih baik, kita aminkan saja. Sebelum kami meninggalkan pertemuan itu, saya sempatkan untuk meminta Pak Handy berfoto bersama di terminal kedatangan.

Tags

Ananda Perdana Anwar

Lahir di Pelaihari, tinggal di Banjarbaru, suka jadi driver online, tapi lebih senang nulis curhatan penumpang. Nyambi jadi wartawan, dan alhamdulillah masih beriman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin