Olahraga

Melaju ke Final AFF U-16 Championship 2018, Kesempatan Indonesia Kali Pertama Menjadi Juara

TandaPetik.Com – Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 secara pasti melaju ke partai Final AFF U-16 Championship 2018 setelah menumbangkan Malaysia pada pertandingan Semi Final tadi malam (9/8/2018) dengan skor tipis 1-0.  Kemenangan Garuda Asia ~Julukan Timnas Indonesia~ berkat gol semata wayang yang dilesakkan Bagus Kahfi melalui titik putih di menit 71.

Di partai Final yang rencananya akan dilaksanakan nanti malam, Garuda Asia akan berhadapan dengan War Elephant ~Julukan Timnas Thailand~.  Thailand sendiri melaju ke partai Final setelah berhasil menang tipis 1-0 atas Myanmar.

Pertandingan Semi Final AFF U-16 Championship memiliki kesamaan dengan Semi Final yang terjadi di AFF U-19 sebelumnya.  Di Semi Final AFF U-16 diisi oleh Indonesia, Thailand, Myanmar dan Malaysia.  Begitu pula saat Semi Final AFF U-19 yang baru dilaksanakan beberapa waktu yang lalu, juga diisi oleh keempat tim tersebut.

AFF U-19 Championship 2018 juga mempertemukan Indonesia vs Malaysia dan Thailand vs Myanmar.  Namun hasil dari pertandingan tersebut berbeda dengan yang terjadi di AFF U-16 Championsip, di AFF U-19 tim yang melaju ke partai Final adalah Malaysia vs Myanmar, namun di AFF U-16 yang melaju ke Final adalah Indonesia vs Thailand.

Bagi Timnas U-16 Indonesia, ini merupakan partai Final kedua dalam ajang AFF U-16 Championship yang sudah dilaksanakan semenjak 2002 lalu.  Final pertama yang dirasakan oleh Garuda Asia saat AFF U-16 Championship 2013 di Malaysia, saat itu Garuda Asia berhasil melaju ke Final dan bertemu tuan rumah, Malaysia.  Sayang, kesempatan untuk meraih gelar pertama gagal setelah Malaysia berhasil menang atas Indonesia dalam drama adu penalty.

Di AFF U-16 Championship 2018 ini, peluang Indonesia untuk menjadi juara sedikit terbuka lebar.  Apalagi di tengah dukungan ribuan penonton yang hadir di Stadion Delta Sidoarjo semakin memompa semangat David Maulana Cs dalam menjalani pertandingan.

David Maulana Cs harus benar-benar bisa memanfaatkan dukungan dari ribuan penonton yang hadir tersebut sebagai penyuntik semangat mereka dalam menghadapi laga menghadapi Thailand di partai Final nanti.

Thailand saat ini dapat dikatakan sebagai negara penguasa sepak bola di Asia Tenggara (AFF), mereka dari segala level umur sudah menorehkan prestasi yang luar biasa di kancah persepakbolaan regional Asia Tenggara.

Timnas Thailand U-16 memiliki catatan prestasi yang bagus jika dibandingkan dengan Indonesia U-16, mereka sudah tiga kali merasakan gelar juara di AFF U-16 Championship. Sementara Timnas Indonesia U-16, sebelumnya baru sekali pernah merasakan partai Final, itu pun harus rela kesempatan untuk menjadi juara diambil oleh Malaysia.

Namun di AFF U-16 Championship 2018 ini, Garuda Asia tidak perlu berkecil hati.  Harapan untuk menjadi juara begitu tinggi, selain dukungan dari ribuan pendukung yang datang ke Delta Sidoarjo, Garuda Asia memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan Thailand U-16.

Secara penampilan, Garuda Asia memberikan catatan apik dari awal pertandingan grup sampai pertandingan Semi Final ketika melawan Malaysia.  Garuda Asia sejauh ini tampil konsisten di jalur kemenangan, sebelum mengalahkan Malaysia di Semi Final mereka berhasil meraih poin sempurna di pertandingan grup A dengan 5 kemenangan dari 5 pertandingan yang mereka lewati.

Di grup A ini pula Garuda Asia berhasil menumbangkan tim-tim kuat seperti Myanmar dan Vietnam.  Myanmar tim dengan dua gelar AFF U-16 Championship dapat dikalahkan dengan skor 2-1, begitu pula Vietnam sebagai juar bertahan dan pemegang tiga gelar juara mereka pulangkan dengan skor 4-2.

Dua kemenangan atas tim-tim kuat di atas pada AFF U-16 Championship tahun ini dapat menjadi modal tersendiri bagi Garuda Asia dalam menghadapi partai Final nanti.  Modal tersebut berupa tumbuhnya kepercayaan diri dalam masing-masing pemain dan tim.

Komposisi punggawa Garuda Asia yang berlaga di AFF U-16 Championship tahun ini juga terbilang sangat bagus.  Mereka memiliki kemampuan bertahan dan menyerang yang bagus.  Dari 6 partai pertandingan yang sudah dilewati, mereka berhasil melesakkan 22 gol dan hanya kebobolan 3 gol.  22 gol yang mereka lesakkan, 12 diantaranya berasal dari penyerang andalan Garuda Asia, Bagus Kahfi.

Tingginya produktifitas gol yang ditorehkan dalam pertandingan fase grup A, menandakan kalau Garuda Asia memiliki agresifitas yang tinggi.  Terbukti dalam setiap pertandingan rata-rata 3,7 gol berhasil mereka lesakkan ke gawang lawan.  Begitu pula dalam hal bertahan, Garuda Asia memiliki dinding pertahanan yang bisa dikatakan sangat kokoh.  Sampai pertandingan tadi malam melawan Malaysia di Semi Final, Garuda Asia baru kebobolan 3 gol.  3 gol tersebut terjadi saat melawan Myanmar dan Vietnam yang merupakan lawan terkuat Indonesia di pertandingan grup A.

Thailand yang akan menjadi lawan Indonesia di Final nanti merupakan tim yang saat ini bukan dalam komposisi terbaiknya.  Thailand yang berpredikat sebagai juar grup B dan akhirnya mengalahkan Myanmar di Semi Final dengan skor tipis 1-0, sebenarnya mengalami pertandingan yang tidak mudah di grup B.  War Elephant hanya berhasil mengumpulkan poin 10 dari 4 pertandingan yang dilewati, mereka menang melawan Malaysia (2-1), Singapura (4-0), dan Brunei Darussalam (7-1).  Sementara ketika bermain melawan Laos (0-0) mereka hanya bermain imbang.

Di AFF U-16 Championship 2018, Timnas Thailand U-16 dari segi agresifitas masih kalah dengan Indonesia.  Dari 5 pertandingan yang mereka lewati, Thailand hanya berhasil melesakkan 13 gol dan kebobolan 2 gol.  Secara rata-rata mereka 2,6 gol dalam setiap pertandingan yang mereka lakoni.

Melihat hasil yang ditorehkan oleh kedua tim hingga sampai ke Final, memperlihatkan adanya pertemua tim yang tajam dan pertahanan terbaik.  Timnas Indonesia dengan 22 gol yang dilesakkan dalam 6 pertandingan yang dilakoni menjadikan mereka menjadi tim dengan ketajaman yang tinggi, sementara Thailand dengan jumlah kebobolan 2 gol menjadikan tim mereka sebagai tim yang memiliki pertahanan yang kuat.  Namun, Indonesia juga tidak kalah dalam system pertahanan, dari 6 pertandingan yang dilewati Indonesia hanya kebobolan sebanyak 3 gol.

Namun, catatan semua itu tidaklah terlalu berarti ketika di tengah lapangan.  Hal yang tidak boleh dilupakan, bagaimana cara tim untuk untuk tetap konsisten permainan, khususnya Garuda Asia harus benar-benar bisa menjaga konsistensi permainan agar tidak mengalami penurunan dari segi kualitas, fisik dan mental.

Kontrol mental ~emosi~ perlu menjadi perhatian bagi Garuda Asia.  Mereka pasti memiliki tekanan bathin ~perasaan~ dalam pertandingan final nanti, karena di pundak mereka sedang tergantung harapan dari seluruh rakyat Indonesia untuk mendapatkan gelar pertama juara AFF U-16 Championship.

Garuda Asia jangan sampai mudah terprovokasi, baik itu dari lawan maupun pendukung yang datang menyaksikan pertandingan secara langsung, sedikit saja terprovokasi yang berakibat pada perubahan emosi maka akan sangat berpengaruh sekali terhadap penurunan konsentrasi yang bisa menjadi penyebab kerugian bagi tim dan diri sendiri.

Pertandingan Garuda Asia vs War Elephant di Final nanti sepertinya akan berjalan dengan menarik, kedua tim akan ganti serang.  Kemungkinan pertandingan akan berakhir pada drama adu penalty.

 

Tags

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin