Ekonomi

Lebaran Dekat, Rezeki Para Penjual Jasa Penukaran Uang

TandaPetik.Com Jasa penukaran uang, ramai sekali mendekati hari lebaran. Dari tahun ke tahun, memang ini menjadi usaha yang menguntungkan bagi sebagian orang. Meski, ada saja orang mudah terpengaruh atas jasa ini. Terlebih, kita harus antri di Bank untuk tukar uang kusam ke uang baru. Tidak semua orang suka antri, ya kan. Pihak Bank Indonesia sebenarnya sudah melakukan alternatif untuk menangkal jasa penukaran uang ini, dengan melakukan keliling ke sejumlah tempat keramaian untuk memberikan pelayanan tukar uang baru. Tapi, para penjual jasa penukaran uang ini, kan turut antri juga. Piye toh.

Masa, pihak Bank harus menanyakan satu persatu kepada warga yang mau melakukan penukaran uang. “Hey, kamu mau jual uang ini lagi ya”. Tidak mungkin lah. Pintarnya Bank Indonesia ini, pihaknya membatasi penukaran uang sampai 1 juta sampai 3 juta rupiah saja. Pastilah para penjual jasa penukaran uang ini lebih hebat lagi dalam mengelabui.

Misal, mereka sudah sekali mendapatkan tukar uang ini. Ya, pasti mereka menyuruh anak atau sanak keluarganya untuk antri tukar uang di bank agar mendapat pasokan uang yang banyak.

Artinya, mereka tidak bekerja sendiri. Ada ‘pasukan’ lain yang melakukan hal serupa untuk mengelabui pihak bank.

Sebenarnya, tanpa mereka kita pasti tidak dapat pasokan uang baru untuk membagikan thr kepada keponakan, keluarga maupun kerabat.

Saya heran. Padahal uang bentuknya kusam sekali pun, yah mereka tetap namanya uang. Kalau sobek sih beda lagi. Warga di Indonesia ini mesti harus menjalani tradisi yang menurut saya tidak perlu dilakukan. Apalagi, jaman yang serba modern ini, ada bentuk uang digital. Keren kan, kalau kita menerima uang THR lewat smartphone saja, scanner kode QR gitu.

Keuntungan Penjual Jasa Penukaran Uang Hingga 700 ribu sehari

Dari beberapa laman yang saya baca, keuntungan penjual jasa ini mencapai 700 ribu per harinya. Bahkan begitu mudahnya mereka mendapatkan pasokan uang dengan hanya mempunyai kenalan orang bank. Kan, kecolongan lagi tuh pihak bank.

Tidak hanya sampai disitu saja. Penjual jasa bahkan melakukan transaksi dengan pihak perusahaan yang perlu uang baru. Keuntungan pasti mengalir deras ke kantong mereka. Apa mau dikata lagi, jika kita masih memerlukan mereka untuk mendapatkan uang baru kan! Kebetulan saya juga perlu uang, biarpun tidak baru akan diterima kok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin