Politik

Kotak Suara Kardus, Ada Apa Ini?

TandaPetik.Com – Kotak suara terbuat dari kardus yang akan digunakan dalam Pemilu 2019 mendatang ramai jadi pembahasan di media sosial. Dari penelusuran redaksi tandapetik.com, beberapa poin yang menjadi pertanyaan para netizen adalah; segi keamanan kotak suara kardus, apakah kotak suara kardus representasi bahwa negara sedang bangkrut? Sejauh apa potensi kecurangan bisa terjadi dengan penggunaan kotak suara terbuat dari kardus?

Selain berbagai pertanyaan di atas, masih banyak pertanyaan lain sehingga diskusi, nyinyir, dan segala macamnya ramai terjadi di media sosial.

Tim tandapetik.com berusaha mengkonfirmasi fakta kotak suara kardus kepada salah seorang anggota KPU Kota Banjarbaru yang namanya enggan disebutkan.

“Kotak suara menggunakan bahan kardus adalah fakta,” tulisnya via WhatsApp menjawab konfirmasi. “Beritanya ada di FB KPU Bjb,” tambahnya.

Lebih jauh, narasumber menyampaikan bahwa penggunaan kotak dan bilik suara dari kardus diperuntukkan hanya sekali pakai.

“Akan digunakan sekali pakai. Pada pemilu tahun 2019 ditiap TPS hanya ada max 300 pemilih dengan asumsi pada siang hari perhitungan akan selesai di tiap TPS , jadi hasil perhitunganlah yang akan dibawa ke kecamatan atau KPU, kotak suara terbuat dari kardus dan ada bagian yang transparan,” terangnya menjelaskan.

Untuk menjamin keamanan perhitungan surat suara yang sudah masuk, dijelaskannya, surat surat tidak akan berlama-lama di kotak suara.

“Maksudnya gini lho, surat suara tidak akan berlama lama berada di kotak suara sampai proses perhitungan suara selesai dan dinyatakan sah.”

Sebenarnya kotak suara kardus juga sudah pernah dipakai pada pemilu 2014 bahkan sepertiganya. Di luar negeri pun dan negara maju menggunakan kotak suara dari kardus dengan bahan yang sama. Soal keamanan kita kawal bersama POLRI sudah menjaminkan itu. Sekadar tambahan untuk daerah yangg rawan atau berair KPU juga tetap mempertimbangkan penggunaan kotak suara berbahan almunium,” imbuhnya lagi.

Kotak Suara Kardus, Apa Alasannya?

Saat ditanyakan alasan utama penggunaan bahan kardus, narasumber memastikan alasan sekaligus tujuan utamanya adalah untuk menghemat biaya produksi.

“Intinya pemakaian kotak suara kardus itu tujuannya menghemat anggaran produksi,” ujarnya.

Dari penelusuran jejak digital, kotak suara kardus ini berbahan duplek (karton kedap air). Bukan sejenis kardus yang biasanya digunakan untuk membungkus makanan. Soal keputusan penggunaan kotak suara kardus, anggota KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi melalui akun twitrernya menjelaskan;

  • Kotak suara Pemilu 2019 berbahan duplex (karton kedap air). Bukan kardus in#omie atau aq#a. @KPU_ID tdk bisa menetapkan sepihak. Harus disetujui pemerintah dan DPR. Dan sdh disetujui lewat RDP. Di DPR ada wakil semua parpol. Termasuk parpol2 pendukung dua Pasangan Capres.
  • Kami menetapkan kotak suara transparan bukan kemauan @KPU_ID sepihak, namun berdasarkan amanat dlm Penjelasan Pasal 341 ayat (1) huruf a UU 7/2017 Tentang Pemilu. Dan istilah resmi utk bahan yg digunakan adalah KARTON KEDAP AIR.

Sementara itu, seperti dilansir detik.com, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan perdebatan soal kotak suara ini seharusnya terjadi 5 tahun lalu karena jenis ini sudah dipakai sejak pemilu sebelumnya. Dia juga menegaskan bahwa kotak suara ini terbuat dari karton kedap air.

“Kita sudah pakai kotak pakai karton kedap air 5 tahun lalu. Dulu sebagian, terakhir udah semua setiap ada pemilu pakai itu,” kata Arief Budiman di kantornya, Jumat (14/12/2018).

Artikel Berkaitan

Butuh bantuan? Chat WA
Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
%d blogger menyukai ini: