Esai

Ketika Relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru Ditolak Warga

TandaPetik.Com – Rencana relokasi Pasar Bauntung ke Stadion Mini di Jl. RO Ulin, Loktabat Selatan yang telah direncanakan Pemerintah Kota Banjarbaru sampai saat ini masih terkendala akibat penolakan warga. Penolakan bahkan protes sebelumnya juga sempat dilakukan melalui aksi demonstrasi dengan mendatangi Balai Kota Banjarbaru pada 30 Juli 2018 lalu.

Benarkah Relokasi Pasar Bauntung adalah Solusi?

Penilaian Pasar Bauntung terkini sempit, macet, sumpek, kotor bahkan kumuh sehingga perlu direlokasi tergambar ketika H. Nadjmi Adhani selaku Walikota Banjarbaru menunjukan fakta tersebut di gedung Bina Satria pada 29 Nopember 2018 melalui layar proyektor di hadapan sebagian para pedagang di pasar Bauntung.

Melansir pemberitaan KoranBanjar.Net, Nadjmi berkesimpulan kendala terbesar yang dihadapi adalah luas pasar yang tidak dapat menampung jumlah keseluruhan pedagang yang terus bertambah. Untuk diketahui, luas pasar Bauntung yang ada saat ini sekitar 1.4 Ha. Sementara itu luas pasar di lokasi baru nantinya sekitar 4 Ha.

Ibarat rumah dengan penghuni yang terus bertambah, kondisi pasar Bauntung saat ini tentu saja semakin menyempit. Namun benarkah luas lahan akan menyelesaikan masalah macet dan sumpek?

Penulis berasumsi, jika relokasi Pasar Bauntung tetap dilaksanakan, lantas bagaimana komitmen Pemko Banjarbaru dalam menyiagakan petugas kebersihan, petugas keamanan, petugas penertiban di area pasar? Mengingat, seluas apapun lahan yang disiapkan, tanpa komitmen Pemko Banjarbaru menjaga pasarnya, semua hal yang dikeluhkan seperti kumuh, macet, kotor, bau dan lain-lain tentu saja akan berulang.

Kita semua tentu sepakat, kotor dan kumuh bukan disebabkan faktor luas atau sempitnya sebuah wilayah, tapi faktor perilaku manusia di dalamnya. Komitmen semacam apa yang bisa dijadikan landasan agar hal itu tidak terjadi?

Sebelum Berkomitmen, Marilah Berkaca ke Mingguraya

Beberapa minggu lalu, saya singgah ke Mingguraya. Fakta tentang Mingguraya yang saat ini saya bilang menjadi kumuh mungkin akan disangkal banyak pihak. Memang, saat ini Pemko Banjarbaru sudah berusaha mempercantik Mingguraya dengan membangun gerbang yang berhadapan dengan Taman Air Mancur. Tapi sekali ini, persoalan kumuh bukan perkara infrastruktur, tapi perilaku manusianya.

Datanglah pagi hari ke Mingguraya. Sekali waktu akan kamu temukan para pedagang menjemur pakaian, serbet, bahkan menjejalkan/menumpuk berbagai barang yang tidak sedap dipandang mata di tempat yang tidak seharusnya.

Kondisinya mirip seperti di sebuah rusun (rumah susun) yang pernah saya lihat di kota-kota besar. Berkaca ke Mingguraya ini perlu dilakukan mengingat area Mingguraya yang sempit. Apakah Mingguraya juga perlu relokasi? Tidak. Intinya adalah pengelolaan.

Jujur saja, tempat yang sempit, jika dikelola dengan baik, tetap akan bisa menjadi baik, sehat, bersih dan indah. Semua tergantung komitmen dan kerjasama antara pengelola dan pelaku usaha di dalamnya. Sejauh apakah hal tersebut sudah dilakukan?

Relokasi Pasar Bauntung, Tantangan Bagi Pemko Banjarbaru

Paparan berkaca ke Mingguraya bukan berarti saya tidak mendukung rencana relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru, apalagi meragukan niat baik di dalamnya. Sebagai warga, saya pastinya berharap yang terbaik untuk Banjarbaru. Seperti yang ditegaskan Walikota Banjarbaru, Drs. Nadjmi Adhani bahwa relokasi bertujuan untuk membangun pasar yang nyaman, tertata dan bagus, serta demi kemajuan perekonomian di Banjarbaru, mengapa tidak?

Dalam kasus ini saya menilai, Pemko Banjarbaru jangan hanya menyampaikan alasan kenapa Pasar Bauntung perlu direlokasi saja? Tapi juga memberikan gambaran type atau format pasar seperti apa yang sedang direncanakan dan perkembangan ke depannya.

Selain itu, Pemko Banjarbaru harus berani memastikan dengan adanya relokasi pasar, maka kemajuan perekonomian di Banjarbaru bisa digenjot? Seperti apa dan bagaimana caranya? Hal ini penting dilakukan mengingat para pedagang di pasar Bauntung bukan kumpulan pedagang kemarin sore. Mereka sudah berdagang di sana sejak berpuluh-puluh tahun lalu.

Apakah dengan relokasi pasar penghasilan mereka akan jauh lebih meningkat atau turun drastis? Poinnya adalah di situ. Semoga saja rencana relokasi pasar ini menjadi kebaikan bersama, kepada para pedagang dan warga Banjarbaru, juga Pemko Banjarbaru yang bertanggung jawab atas penataan dan pengelolaan Kota Banjarbaru.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin