Esai

Kenangan 20 Tahun Silam Saat Prancis Juara

TandaPetik.Com – 20 tahun silam Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia di negeri mereka sendiri, kini mereka berhasil kembali membawa pulang  trophy Piala Dunia setelah mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 setelah 90 menit saling berebut bola di lapangan hijau.

Ketika Prancis berhasil menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya, tahun 1998, saat itu saya masih berusia 6 tahun. Usia yang masih ranum untuk belajar mencintai olahraga sepakbola tentunya.

Betapa tidak, ketika Zidane sedang berjuang bersama rekan-rekannya di Piala Dunia 1998, saya juga sedang berjuang masuk sekolah dasar. Andai saat itu di laga final seperti 2018, Prancis bertemu dengan Kroasia, bisa dipastikan saya memilih bolos bahkan berhenti sekolah gara-gara seragam yang harus saya kenakan putih merah.

Ingatan itu masih sempurna di saat Thuram berhasil membobol gawang Kroasia di babak Semi Final. Di momen terbaik itu, bisa saja Harie IP si Hulubalang TandaPetik.com sedang asyik memandang cewek idamannya, atau malah menangis tersedu di pojok kamar karena keinginan beli jersey Brasil gagal karena kalah taruhan.

Dibandingkan harus sekolah, saya lebih suka bermain di rumah.  Berpanas ria memainkan layang-layang di udara, mungkin saat itu Mbappe sedang berjuang menjadi calon bibit bayi di dalam rahim ibu tercintanya. Atau malah, di saat itu Paul Pogba sedang bersama ayahnya menyaksikan pertandingan Prancis sambil menggantung cita-citanya

“Ayah, Aku ingin jadi seperti mereka dan menjadi pemain hebat yang bisa memberikan gelar untuk Prancis”.

Sedikit demi sedikit, keinginan saya menjadi pemain sepakbola mulai tumbuh. Apalagi ketika melihat Zidane mengangkat trophy piala dunia 1998. Namun apa boleh dikata, saya malah sibuk mencari daun kelapa atau aren untuk membuat sapu.  Iya sapu lidi, yang menjadi sebuah keharusan bagi saya dan siswa baru lainnya di hari pertama masuk sekolah.

Memang sebagai anak desa waktu dulu, kami harus membuat sapu lidi. Berbeda dengan sekarang, mereka cukup membelinya.  Tanpa bersusah payah meraut, membersihkan, sampai mengikat kuat-kuat lidi-lidi itu agar tak terhambur.

Akh. Meski sudah 20 tahun silam, semua kenangan itu terasa sempurna kali ini. Tak ada yang berubah, Prancis juara di tahun 2018. Sebagai lelaki pecinta sepakbola, wabil khusus pendukung Timnas Prancis, saya merasa lengkap sebagai lelaki.

Tags

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin