KulinerTravelingUlasan

Kafe Di Atas Angin, Sensasi Nongkrong Dekat Kuburan

TandaPetik.Com – Hari libur telah tiba, libur telah tiba, hore, hore, hore! Mungkin begitu perasaan orang-orang saat ini, yang mana mendekati pergantian tahun. Saya tentu hanya bisa menebak bahwa orang-orang akan memanfaatkan waktu yang begitu sakral itu sebagai hari libur untuk keluarga; mungkin ada yang cuma duduk-duduk santai di depan televisi, pergi ke bioskop, ke pantai, ke mall, ke tempat hiburan anak, atau malah bisa jadi pergi ke kuburan sanak keluarga untuk mengobati rasa rindu mereka terhadap mereka yang sudah pergi lebih dulu.

Dan, ngomong-ngomong soal kuburan, pada hari minggu (30/12/2018) terakhir tahun 2018 ini, karena suatu ketidaksengajaan, saya bersama teman saya ‘menemukan’ area pekuburan Al-Mahabbah di Gunung Ronggeng, Martapura, Kalimantan Selatan, guna menghindari hujan yang mendadak datang. Tersesat, barangkali adalah kata yang tepat, sebab bagi saya sendiri baru kali itu datang dan nongkrong di sana.

Yup, nongkrong! Di kuburan!

Saya sendiri sebenarnya agak terkejut ketika melihat area pekuburan itu, bukan apa, karena di sana, di antara nisan-nisan kuburan itu, berdiri sebuah kafe yang cukup besar: Kafe di Atas Angin, namanya. Tempatnya asik. Dua tingkat. Dan jauh dari kata seram.

Ibu Indah, selaku pelayan sekaligus pemilik Kafe Di Atas Angin dan area pekuburan Al-Mahabbah tersebut, ketika saya tanya; ini nih apa sebenarnya?, dengan santai menjawab bahwa ini kafe. Tempat nongkrong, kata beliau menjelaskan.

Kafe ini sendiri sebenarnya sudah didirikan lama (menurut keterangan sang kakak, dibangun sejak 2006), namun sempat vakum untuk beberapa waktu, dan baru dibuka kembali sejak dua bulan lalu.

Ide ini memang out of the box menurut saya, karena jarang sekali (Atau bahkan tidak ada) di Kalimantan Selatan ditemukan hal serupa. Apa sih sebenarnya tujuan dari kafe yang ada di area pekuburan?

Menjawab pertanyaan itu, Bu Indah kemudian menjelaskan bahwa, tujuannya membangun kafe ini tak lain dan tak bukan adalah karena ingin membuat suasana baru bagi penziarah. Biar gak bosen, kata beliau. Kan, selama ini yang tergambar dalam pikiran kita kuburan itu seram, mistis, dan membosankan, terlebih bagi anak-anak. Nah, dengan dibuatnya kafe ini, dan juga dihiasnya area pekuburan menyerupai taman tersebut diharapkan dapat membuat orang-orang lebih sering menjenguk sanak keluarga mereka yang telah mendahuli tanpa rasa takut dan bosan.

Kafe ini sendiri buka dari pagi sampai jam 10 malam, jelas Bu Indah, kafe ini terbuka untuk umum, bukan sekadar buat penziarah doang. Jadi kalau misalnya mau datang nongkrong, ya silakan. Atau, kata beliau lebih lanjut, bisa juga kalau mau bikin acara di sana, kayak ulang tahun, arisan, atau perayaan-perayaan semacam itu. Di kafe itu juga sudah menyiapkan sound system-nya loh.

Menu makanannya juga beragam, dari makanan berat seperti nasi goreng, rawon, soto, rica-rica. Atau juga makanan ringan seperti pisang keju, lempeng, roti bakar dan…gabin bakuhup.

Di area kuburan itu juga telah disediakan pendopo buat istirahat, musala, kebun binatang kecil-kecilan, dan juga kafe itu sendiri. Ke depannya, beliau menuturkan, akan dibangun tempat makan yang lebih luas dengan gazebo-gazebo dan juga kolam renang tak jauh dari sana agar lebih menghibur dan, tentu saja, menarik peminat orang-orang.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin
%d blogger menyukai ini: