Esai

Jurus Mengusir Setan dari WC Umum

TandaPetik.Com – Tulisan ini hanyalah sebatas pikiran liar saya sekaligus menanggapi tulisan saudara Adul dalam artikelnya yang tayang dengan judul “Siapa yang suka kencing tidak disiram di WC umum

Sebagaimana kalimat pembuka artikel itu, bagi orang-orang yang sering menggunakan WC umum pasti sering mendapati tulisan semacam:

  • Jaga kebersihan! Jangan membuang putung rokok di dalam kloset
  • Tolong itunya disiram
  • Dilarang anu di WC Umum (Btw, ini judul cerpen saya wekaweka)

Bagi saya, seorang penggemar WC umum yang fanatik, melihat imbauan itu tentu biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa bagi saya dari sebuah tulisan tersebut. Tidak sama sekali.

Saya akan memandanginya dengan tatapan biasa sebagaimana saya menatap perempuan yang setiap hari saya temui, menyunggingkan seutas senyum kecil tak ada arti, dan ketika selesai dengan perkara buang hajat, saya akan tinggalkan WC itu dalam keadaan yang penuh dengan aroma menusuk penciuman beserta sampah yang berhamburan.

Begitulah, larangan-larangan seperti itu kerap kali saya pandang terbalik, menjadi perintah yang menggiurkan untuk dilakukan, hehehehe.

Lalu, menyoal budaya yang mesti diingatkan. Iya, sih. Saya pribadi memang spesies manusia yang perlu diingatkan soal apa pun. Bukan hanya perihal buang sampah dan menyiram WC saja, saya juga perlu diingatkan kalau si doi itu pacar teman. Kalau tidak, bisa saja saya lupa dan kemudian membawanya jalan-jalan seolah dia adalah pacar saya. Hmmm..saya kira, saya memang representasi dari manusia-manusia Indonesia kebanyakan.

Tapi lupakan soal itu, mari bahas tentang WC umum dan masalah kebersihan yang tak pernah lepas darinya. Cekidot.

Kendati saya adalah pengguna WC umum yang buruk, tapi tidak jarang terbesit dalam kepala saya soal isu kebersihan ini dan bagaimana cara menanggulanginya. Dan, dalam perenungan yang sakral ketika sedang buang hajat, ketemulah saya dengan teori super hebat ini.

Begini, WC Umum, dalam pikiran orang kebanyakan, merupakan tempat kotor dan penuh dengan setan. Ia tak ubahnya gudang kotoran manusia. Maka begitu, dalam cara pikir ini, tak mengapa jika membuang sampah sembarangan dan menjadikan WC lebih buruk. Lagian, buat apa kita membersihkan rumah setan? Dosa!

Nah, menurut saya, hal pertama dalam menangani isu kebersihan ini adalah dengan menjadikan WC umum itu tidak sebagai “rumah setan” lagi, melainkan menjadi sesuatu yang wah, yang hebat dan penuh dengan kebahagiaan.

WC Umum bisa dikatakan sebagai tempat para bidadari dan malaikat, tempat bersemayamnya kebaikan dan ide-ide cemerlang, tempat sejuta insiprasi dan masa depan. Tanamkan itu di benak orang-orang, lebih lagi pada generasi selanjutanya. Dengan begitu, saya kira kelak pada suatu hari yang entah, kita akan melihat WC Umum di seluruh pelosok negeri ini akan bersih dan harum. Bunga melati bergelantungan sebagai tanda penghormatan bagi bidadari, sesajen tergeletak dengan khidmat sebagai doa agar para bidadari di WC Umum memberikan ide segar bagi siapa saja yang memutuskan untuk buang hajat di sana. Cobalah. Saya yakin teori hebat saya ini berhasil.

Lalu, untuk melengkapi propaganda tentang “WC umum sebagai rumah kebaikan itu”, buatlah WC umum menjadi lebih menarik untuk dipandang. Buatlah tempat itu seakan memang benar-benar tempat para bidadari tinggal. Mungkin bisa dicoba dengan mewarnai tempat tersebut menjadi lebih cerah atau pula dengan corak warna-warni macam pelangi.

Buatlah senyaman mungkin dan usahakan agar tempat itu menjadi sangat instagramable. Hal ini tentu menambah daya tarik orang-orang untuk menjaga kebersihan WC Umum.

Selain itu, kelak jika strategi seperti ini dilaksanakan, bukan tak mungkin WC Umum menjadi tempat wisata baru yang super murah. Dan, menjadikan WC Umum sebagai tempat wisata tentu punya banyak keuntungan, salah satunya adalah dengan meningkatnya kunjungan yang otomatis membuat uang masuk lebih banyak.

Dengan menjadikan WC Umum sebagai tempat wisata, tentu juga akan berakibat pada kebersihan tempat itu sendiri. Mana ada orang yang mau foto di tempat kotor dan bau? Gak ada kan? Nah, dengan begitu, pihak pengelola tentu akan lebih tegas dalam mengatur pengunjung soal kebersihan ini, mungkin pengunjung yang nakal bisa saja didenda hukuman mati atau apalah yang kiranya dapat membuatnya jera.

Jurus super hebat ini tentu masih sebatas pikiran khayal yang belum punya arti. Namun, saya yakin, jika kita mencoba cara seperti ini. Kelak, pada suatu hari nanti, masalah kebersihan pada WC umum di seluruh penjuru negeri ini akan terhapuskan. Saya yakin.

Ayo, usir setan dari semua WC umum. Saya sudah ijasahkan jurusnya di sini. Kapan dimulai?

Tags

Rafii Syihab

Mahasiswa biasa yang punya cita-cita jadi manusia.

Artikel Berkaitan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin