Responsive Ad Area

Share This Post

Esai

Jangan Ikut-ikutan Cara Saya Menikmati Kopi

Jangan Ikut-ikutan Cara Saya Menikmati Kopi

TandaPetik.Com – Saya akan sedikit menceritakan tentang kedai kopi di Banjarbaru. Tapi sebelumnya saya ingin menceritakan dulu tentang kebiasaan saya dalam minum kopi. Perkara penting atau tidak penting, itu urusan nanti. Sebaiknya saya ceritakan sekarang saja.

Sudah sepuluh tahun terakhir ini ‘libido’ minum kopi saya meningkat drastis. Meski belum selevel kegilaan almarhum Mbah Surip, minum kopi sudah seperti menjadi ritual tersendiri. Saat bangun pagi, ketika orang-orang membiasakan meminum air hangat demi kesehatan, atau memilih jogging, saya justru menyeduh kopi. Ya, setiap pagi tiba, saya mengupacarainya dengan ritual minum kopi. Setelah habis, saya bersiap-siap menyeduhnya lagi dan lagi. Terus begitu hingga malam hari. Meski demikian, saya tak ingin Anda berpikir cairan yang masuk ke dalam tubuh saya hanya kopi. Tidak. Saya juga minum air putih, teh, susu, jus atau sesekali air hujan. Untuk yang terakhir, dipastikan itu karena tidak sengaja.

Jenis kopi favorit saya berwarna hitam. Apa pun itu, selama kopi hitam, mau kopi hitam sachet, kopi hitam tubruk atau kopi tabrak lari pasti mendapat prioritas dalam saya memilih. Saya yakin Anda sedikit kebingungan dengan istilah kopi tabrak lari. Bagi Anda pemilik kedai kopi di Banjarbaru, tempat saya bermukim saat ini, apakah sudah memiliki menu kopi tabrak lari? Ya, Kopi Tabrak Lari. Saya jamin rasa kopi yang saya ciptakan ini nendang di lidah, nyetrum di kepala. Kopi ini saya ciptakan khusus untuk menemani saya ketika menulis. Ramuan khusus untuk menikmati ketenangan dengan lamat suara musik yang aduhai. Setelah dipikir-pikir, sebaiknya saya tidak membeberkan resepnya di sini. Bukan bermaksud pelit atau tak ingin berbagi. Bukankah setiap orang boleh merahasiakan sesuatu? Dan, sebuah rahasia, you know lah harus dijaga secara turun temurun. Hahaha…

Cara Agar Saya Betah Nongkrong di Kedai Kopi Banjarbaru

Kesenangan menikmati black coffee atau kopi hitam ini jujur saja saya lakukan tidak hanya di rumah. Saat senggang, saya memburunya di beberapa warung kopi di Banjarbaru. Mulai dari penjual kopi sekelas warung, sampai kopi kelas cafe. Dari situ saya lantas membandingkan, mencoba untuk mencari tahu apa sebenarnya yang sedang mereka lakukan dengan kopi selama ini. Maksudnya begini, sebagai pencinta kopi, rasa wajib nomor satu. Perkara yang menyajikan atau penjualnya itu perempuan cantik, gelasnya unik, suasananya menarik hanya persoalan nilai tambah. Rasa kopi yang nikmat harus nomor satu. Saya tak peduli dengan nilai tambah.

Sebuah warung kopi, kedai kopi, cafe kopi yang fokus hanya menjual suasana atau menawarkan nilai tambah bukan favorit saya. Dengan kata lain, saya akan membayar untuk rasa, bukan untuk yang lain. Jika menemukan warung kopi demikian, cukup satu kali saya mampir dan say good bye.

Tenang, tenang, jangan protes dulu. Sebelumnya saya minta maaf kepada para pemilik kedai kopi di Banjarbaru. Tulisan ini tidak bermaksud menciderai usaha Anda. Bahkan saya berniat untuk membantu kok. Mari selesaikan membacanya.

Menyediakan suasana memang penting, apalagi gelasnya unik atau pelayannya cantik. Kalimat saya tidak bermaksud menolak semua itu. Saya ingin bilang, sebagai kedai penjual kopi, sudah sewajarnya kenikmatan cita rasa kopi dijaga. Kalau rasa kopinya sudah mantab, semua faktor pendukung tadi akan menjadi nilai plus-plus kedai kopi Anda. Begitu maksudnya. Itu kalau Anda menginginkan pelanggan menjadi loyal customer. Bagaimana cara mengetahui kalau kopi Anda sudah mantab dan jos gandos? Apa salahnya sih jika sesekali mengundang saya untuk mampir dan membuat catatan tentang kedai kopi Anda? Hehehe..Nanti saya bisikin resep kopi Tabrak Lari. Gak janji ya!

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lewat ke baris perkakas