Ulasan

Ini Pelajaran Yang Bisa Diambil dari Kasus Penusukan di AZ

TandaPetik.Com – Saya terkadang merasa lucu. Seolah-olah sedang menjalani penyamaran atau dua profesi dalam waktu bersamaan. Asik sih, menyenangkan tapi juga cukup rentan. Sebagai jurnalis saya mempunyai akses untuk mengkonfirmasi berita-berita yang beredar di kota. Sedangkan sebagai driver (bahasa kerennya supir), saya menjadi wadah tampung para penumpang (costumer) yang kerap kali bercerita, atau yang terparah curhat tanpa malu-malu. Banyak sekali cerita yang saya simpan dalam file-file otak bertebaran. Riak-riak tak jelas.

Cerita-cerita yang bahkan sering menghantui saya. Kisah klasik rumah tangga penuh taqwa, penuh keharmoninas dan tawa canda, drama perselingkuhan para ladies dan pemandu lagu, sampai cerita-cerita orang kaya di banua yang sedang bermasalah dalam kasus hukum. Saya yakin driver lain juga merasakan hal yang sama. Hanya bingung bagaimana cara menuliskannya.

Tadi sore saya mendapatkan orderan dari ibu-ibu beserta anaknya dengan tujuan ke Makam Abah Guru untuk berziarah. Singakatnya sepanjang jalan, obrolan mereka soal kejadian tadi malam, penusukan pria tak dikenal di RM AZ Kota Banjarbaru. Pertanyaan dari pertanyaan dilontarkan si ibu, sampai ke anehan-keanehan seperti, mengapa lelaki setua itu harus melukainya. Motif apa yang mendasari si kakek. Hingga spekulasi ada dendam, kira-kira si korban punya masalah dengan keluarga pelaku, atau bisa jadi si korban membawa istri pelaku ke hotel lalu ketahuan dan terjadilah penusukan. Dan lain-lainlah, prasangka demi prasangka memang tidak ada batasnya.

Sepanjang jalan saya diam. Sedikit pun tidak ingin merespon. Kan si ibu gak tau ya, saya baru keluar dari Kantor Polisi usai konferensi Pers kasus itu. Press Rilis sudah keluar dan pernyataan dari Kapolres Kota Banjarbaru, AKBP Kelana Jaya juga sudah didapatkan. Kronologis cerita sudah dibeberkan, dan berita sudah dinaikkan. Bisa saja saya menjelaskan atau menjawab pergunjingan si ibu. Kan si ibu gak tau, saya habis dari mana. Kalau saya ceritakan nanti penyamaran saya terbongkar. Haha, bercanda.

Tapi saya tau efeknya, pertanyaan akan semakin ruwet dan saya terlibat dalam pergunjingan yang begitu lama menuju kubah. Saya diam saja. Sediam-diamnya. Saya membiarkan pertanyaan dan pergunjingan terus mengalir sampai drop off. Pintu ditutup. Saya kembali ke profesi yang satunya.

Apa pelajaran yang didapat dari kasus ini?

Betapa, kabar buruk bisa menyebar tanpa kendali. Betapa akhlak yang bobrok dan kelakuan tercela bisa tercium melintasi gelombang kelas sosial masyarat kita. Para pengunggah Media sosial berhasil memviralkan dan menyentuh netizen, menyaksikan dari rekaman cctv yang disebarkan. Betapa hal demikian juga membantu kinerja pihak kepolisian untuk meringkus pelaku dan kasus pun ditutup untuk selanjutnya disidangkan. On the way menjalani hukuman.

Kita tak pernah tahu bagaimana seseorang menjalani masa lalunya bahkan kita tak pernah tahu akan seperti apa kita di masa mendatang. Terlepas dari norma dan tata krama dalam kehidupan sosial, kita sedang dihadapkan fenomena kriminalitas yang bisa mendera dan didera siapa pun. Ini pun menjadi pelajar bagi saya pribadi dan pembaca sekalian.

Sebagai pengguna transportasi, alangkah lebih baiknya kita mawas diri, berhati-hati, berlalu-lintas sesuai aturan. Tidak mengumpat atau mengganggu sehingga bisa merugikan privasi orang lain, karena kita tak pernah tahu isi hati sesorang apakah ia pendendam atau serorang dermawan.

Kejadian penusukan di rumah makan tadi malam dinyatakan β€œSalah sasaran.” Antara pelaku dan korban tidak saling kenal. Api dendam tersulut lantaran terduga korban membawa mobilnya hampir menyerempet dan melukai korban. Sesepele itu kah masalahnya? Guys, kita tak pernah tahu kebenaran mana yang bisa kita asumsikan. Dan kita tak pernah tahu, kebenaran apa yang berada di balik semuanya. Kita manusia, hanya berprasangka.

Ananda Perdana Anwar

Lahir di Pelaihari, tinggal di Banjarbaru, suka jadi driver online, tapi lebih senang nulis curhatan penumpang. Nyambi jadi wartawan, dan alhamdulillah masih beriman.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin