Cinta

Ingatlah, Perjuangan Mendapatkan Cewek Jomblo Lebih Berat Ketimbang Cewek Orang Lain

Dunia percintaan itu bak sebuah laga dalam perebutan kekuasaan. 

TandaPetik.Com – Iya, maksudnya dalam hal perebutan cinta dari seorang wanita, penuh dengan perjuangan dan drama.  Semua memiliki kesempatan, namun hanya satu yang bisa mendapatkan hatinya.

Sebagai seorang pria asli tanpa imitasi, tentunya saya akan menulis dengan latar belakang seorang pria yang berjuang mendapatkan kekuasaan wanita. Perjuangan demi menjadi satu nama di dalam hatinya, otaknya, dan setiap hembusan doa yang dia panjatkan.

Bagi anda pria normal pasti pernah memiliki rasa cinta kepada seorang wanita, dalam hal ini bukan berarti seorang pria yang tidak pernah jatuh dikatakan abnormal.  Tapi memang kebiasaan, pria itu memiliki rasa cinta kepada lawan jenis karena dikasih nafsu. Nafsu inilah yang melahirkan rasa cinta kepada lawan jenis, tapi ada juga sih cinta kepada lawan jenis seperti cinta seorang anak kepada orang tua atau sebaliknya.

Namun dalam tulisan ini, cinta yang kita bahas adalah cinta yang tumbuh dari seorang pria kepada wanita yang tidak memiliki hubungan darah layaknya anak dengan orang tua, atau cinta seorang pria kepada his sister.

Cinta disini bisa dikatakan cinta yang mengarah kepada sebuah hubungan dalam istilah kehidupan per-cinta-an di Indonesia dikenal dengan pacaran, atau yang lebih tinggi derajatnya pada jenjang per-nikah-an.

Sebagai seorang pria, saya pernah merasakan perjuangan untuk mendapatkan cinta si-dia, atau anda sendiri pernah merasakan betapa penuh keringat, darah, pulsa dan kuota untuk mendapatkan cinta si dia.

Tapi ingatlah, sesuai judul tulisan ini. Perjuangan mendapatkan si-dia yang jomblo lebih sulit dibanding si-dia yang sudah memiliki pasangan. Kok bisa sih? Mungkin anda berpikir seharusnya lebih berat berjuang untuk mendapatkan si-dia yang sudah punya pasangan, karena sudah ada nama di dalam hati dan pikirannya.

Eittsss, dengar dulu penjelasan saya.  Kenapa saya bilang perjuangan mendapatkan hati si-dia yang sudah punya pasangan lebih mudah dari yang jomblo? Karena ketika si-dia sudah punya pasangan (dalam hal ini pacar bukan suami) maka hanya ada satu saingan kita yakni pasangannya doang.  Berbeda dengan dia yang masih jomblo, akan banyak saingan yang harus dihadapi untuk mendapatkan cintanya, yang membuat si-dia lebih banyak kesempatan untuk memilih pasangannya.

Kalau si-dia sudah punya pasangan, kan cuma diri kita sendiri dengan pasangannya yang bersaing, tapi walau posisi kita sudah tertinggal karena pasangan si-dia sudah mendapatkan hati si-dia. Tapi ingatlah sebuah kalimat, “Sebelum Janur Kuning Melambai, Masih Ada Kesempatan”.

Tinggal bagaimana strategi kita untuk menarik hati si-dia agar berpaling hati dari pasangannya.  Kita bisa mencari kelemahan pasangannya, kemudian menjadi lebih baik dari pasangannya, kemungkinan si-dia lambat laun akan berpikir untuk berpindah dari pasangannya kepada diri kita.

Namun, perlu diingat. Hati-hatilah dalam melakukan pendekatan.  Usahakan dengan cara gerilya, agar pasangannya jangan sampai tahu kalau kita sedang melakukan pendekatan dengan si-dia.  Usahakan dalam hal nge-chat si-dia misalnya, usahakan jangan pada saat malam minggu atau di waktu-waktu si-dia berpotensi sedang ketemuan dengan pasangannya.  Usahakan untuk nge-chat di waktu malam hari, agar jangan sampai ketahuan pasangannya.

Namun ada saran jitu yang bisa meraih hati si-dia, yakni melamar kepada orang tua.  Karena ketika orang tua sudah berbicara kebanyakan si-dia ini akan patuh. Karena katanya, pacaran setelah menikah itu lebih indah.

Ini bukan tips, cuma sekedar tulisan yang didalamnya tidak mengandung unsur ajakan atau sebagainya.  Untuk itu wahai para lelaki yang sudah punya pasangan, jangan sia-siakan wanita yang sudah mau menerima anda, jangan sampai dia di-tackling orang lain.  Karena mencari cinta itu sulit, apalagi dengan kondisi perekonomian dan wajah yang pas-pas-an.

Jika sudah sampai waktunya, menikahlah. Kalau perlu ketika mendapat cintanya, jangan berpikir untuk pacaran sebelum menikah, lebih baik menikah sebelum pacaran. Karena, katanya sih pacaran setelah menikah itu lebih indah.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin