Responsive Ad Area

Share This Post

Esai

Hari Ini Kamu Pakai Kaos Apa?

Kaos Oblong

TandaPetik.Com – Cerita ini tentang kaos oblong, bukan kaos bolong. Kalau dihitung-hitung, kaos merupakan jenis pakaian yang paling banyak saya miliki. Dari sekian banyak itu, kaos oblong berada di urutan terendah. Sisanya didominasi kaos bergambar atau teks. Jujur, saya heran dan mulai mempertanyakan kepada diri sendiri. Kenapa kaos oblong saya sedikit? Ada apa dan kenapa? Semakin diselidiki, mana kaos yang dibeli sendiri dan mana dari pemberian orang, ternyata hanya kaos oblong lah yang membuat saya harus mengeluarkan uang untuk membelinya. Ini sungguh mengherankan. Mari kita selidiki lebih jauh. Untuk menambah wawasan dan pemaknaan, saya akan ceritakan ulang sejarah kaos.

Dari beberapa informasi bacaan, ternyata kaos memiliki sejarah juga. Ya iyalah, semua pasti punya masa lalu kan. Dan masa lalu adalah sejarah itu sendiri.

Konon, kaos awalnya dikenakan para buruh pelabuhan untuk melindungi tubuh dari sengatan matahari. Bagaimana cara mengenakan kaosnya, apakah buat penutup kepala, dipasang di badan, saya tidak tahu. Keberadaan kaos ini juga menyita perhatian para tentara Amerika dengan alasan nyaman saat dalam keadaan banyak bergerak, terutama dalam perang.

Kaos mendapat peran penting justru dalam era peperangan. Perang menyebabkan krisis ekonomi dan berdampak dengan daya beli masyarakat terhadap pakaian. Dengan kata lain, perkembangan dunia fashion otomatis terpuruk. Sudah bisa menebaknya, kan? Ya, kaos akhirnya menjadi alternatif pelindung tubuh oleh orang kebanyakan di era peperangan saat itu.

Meski era perang sudah lewat, daya beli masyarakat terhadap pakaian mulai bangkit, popularitas kaos tidak begitu saja tenggelam. Kaos diam-diam mulai dimanfaatkan untuk sarana komunikasi. Baik itu sebagai media perlawanan, kampanye maupun alat promosi. Bagaimana dengan sekarang?

Sekilas sudah bisa ditebak alasan kenapa saya atau kamu memiliki sedikit kaos oblong. Bukan berarti kaos oblong tidak lagi diproduksi, tapi karena kita sudah menjadi ‘korban’, sebagai agen ideologi, popularitas atau politik identitas orang lain. Mereka sadar bahwa kaos mampu memberikan semangat dan daya dobrak.

Contoh Kaos yang dijadikan Sarana Komunikasi

Sebagai contoh isu terhangat adalah kaos tagar 2019 ganti presiden. Kalau dituliskan menjadi seperti ini #2019ganti presiden. Meski presiden Jokowi sempat nyinyir, mempertanyakan atau mempertegas kaos tidak bisa mengganti presiden, tapi rakyatlah yang bisa mengganti presiden.

Masalahnya, #2019gantipresiden dengan media kaos, dari awal saya katakan bahwa kaos adalah sarana komunikasi. Kalau alat komunikasi berbau politik ini terus dibesar-besarkan, terus ‘di goreng’ maka komunikasi akan tercapai dengan sendirinya. Semakin populer kampanye 2019 ganti presiden ini berkumandang lewat kaos, bisa dijamin, para juragan kaos akan ikut-ikutan melirik untuk mencari keuntungan. Seperti halnya batu akik yang sempat booming di Indonesia, kalau cukong-cukong mulai ikut masuk pasar, silakan tebak sendiri. Sekarang tinggal melihat, kemanakah para cukong ini akan menceburkan diri. di #2019gantipresiden atau #2019jokowi2periode.

Terlepas fenomena kampanye kaos di Indonesia untuk mengganti presiden dan mempertahankan presiden di atas, gambaran di atas hanya sekadar contoh. Ini juga sekaligus menjawab kenapa saya sangat sedikit memiliki kaos oblong. Di luar sana hampir tidak ada orang-orang membagikan kaos oblong gratis. Mereka selalu saja membubuhinya dengan sablon gambar, teks sesuai visi dan misi mereka. Di luar sana mereka ingin agar kita menjadi agen untuk menyuarakan keinginan mereka melalui kaos gratis.

Kalau kamu tidak ingin menjadi agen dan tetap ingin mengenakan kaos, ya harus beli kaos oblong atau kaos polos. Soal warna itu bebas. Suka pilih. Dijamin harga kaos oblong pun murah di pasaran. Hahaha, kok malah seperti mau jualan kaos oblong sih. Atau kamu penjual grosir kaos oblong yang nyasar di situs ini? Pengen ngajak saya mempromosikan jualanmu, wani piro?

Nah, akhir kata. “Hari ini kamu pakai kaos apa?” Atau, “Hari ini kamu menjadi agennya siapa?”

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lewat ke baris perkakas