Ulasan

Gunung Agung Erupsi, Ini 4 Langkah Antisipasi Bandara Syamsudinoor

TandaPetik.Com – Pasca terjadinya erupsi gunung agung di Bali, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Banyuwangi dan Jember ditutup. Sejumlah Bandara di Indonesia pun siaga dalam mengantisipasi dampak yang ditimbulkan gunung berapi yang pernah meletus pada tahun 2017 tersebut. Salah satunya Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan.

Pihak manajemen Bandara Syamsudin Noor dalam pers rilisnya menginformasikan langkah yang akan diambil sebagai bentuk antisipasi dampak erupsi Gunung Agung.

Empat Langkah Antisipasi Bandara Syamsudin Noor :

1. Siap Menjadi Bandara Alternatif

Melalui Airport Operation & Services Department Head, Ruly Artha. Bandara Syamsudin Noor memang tidak memiliki penerbangan langsung ke Bali. Namun, pihak Bandara Syamsudin Noor siap menjadi Bandara Alternatif.

“Sejauh ini erupsi Gunung Agung tidak berdampak pada penerbangan di Bandara Syamsudin Noor karena memang belum ada penerbangan langsung ke Bali. Namun demikian kami siap jika sewaktu-waktu terdampak, termasuk jika harus menjadi salah satu bandara alternatif,” ungkap Ruly.

2. Menyiagakan Airport Operation Control Center (AOCC)

AAOC ini merupakan wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di bandara yang terdiri dari Airport Operator, Airline Operators, Air Navigation dan lainnya. Ini akan berdampak positif terhadap pembuatan keputusan bersama mengenai berbagai hal operasional yang dapat diambil secara cepat dan tepat sebagai pelaksanaan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM).

“Dalam situasi seperti ini, pengaturan operasional bandara yang lebih terkontrol dalam satu kendali AOCC dapat memaksimalkan layanan utilitas bandara. Salah satu manfaatnya yakni untuk menjaga 3S + 1C (Safety, Security, Service & Compliance),” ucap Ruly Artha.

3. Menerapkan prosedur operasional standar Airport Disaster Management Plan (AMDP)

Bandara Syamsudin Noor akan menerapkan prosedur operasional standar Airport Disaster Management Plan (AMDP) yang telah disosialisasikan kepada anggota Airport Emergency Committee (AEC) yang terdiri dari pemangku kepentingan terkait seperti TNI AU, Perum LPPNPI, Kepolisian Daerah, maskapai penerbangan, groundhandling, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Koordinasi pun terus kami dilakukan khususnya dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait dengan kondisi alam yang bisa membahayakan keselamatan penerbangan serta seluruh maskapai yang beroperasi, termasuk terus memantau kondisi terkini Gunung Agung,” tutup Ruly Artha

4. Membuat Posko Terpadu

Langkah lainnya, Bandara Syamsudin Noor akan membuka kembali posko terpadu di ruang customer service. “Langkah-langkah lain yang kami lakukan yakni akan kembali membuka posko terpadu di ruang customer service information sebagai pusat informasi dan pengamanan selama masa erupsi ini,” tambahnya.

Selain langkah diatas, bisa juga menghubungi call center Bandara Syamsudin Noor melalui nomor 0511-4705277. Demikian artikel kami rilis bedasarkan pers rilis dari Bandara Syamsudin Noor yang diterima tandapetik.com, Jumat (29/6/2018).

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

ardian

Saya adalah penggemar segala hal. Satu hal yang tidak saya gemari, berpikir!

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin