Politik

GNPF: Pilihan Jokowi Cerdas, Terus Pilihan Prabowo Gak Cerdas Gitu?

TandaPetik.Com – Saya melihat deklarasi Prabowo-Sandiaga ramai sekali, ya. Ada yel-yel ada shlawat, kaum-kaum optimis saya bilang. Eh, bukan berarti pasangan Pak Jokowi dan Pak Kiai kaum pesimis gak. Gak gitu tafsirannya.

Lalu, yang katanya Utusan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) ujug-ujug bertamu ke kediaman Prabowo Subianto di detik-detik jelang deklarasi. Desak-mendesak agar Prabowo pilih ulama untuk bersanding, eh duluan Pak Jokowi ngajakin Pak Kiai Ma’ruf Amin. Nasib, pak.

Jelas-jelas GNPF pro ke wowo, eh malah puji-puji Jokowi, ini dinamika lho ya, karet itu elastis. Lantas, ijtima ulama yang debar-debar dipersidangkan jadi The Second Choice. Wowo pikir, mending yang muda dan financial-nya terjamin dari ijtima ulama. Cerdas juga.

“Saya dengar Pak Jokowi untuk periode yang kedua didampingi Pak Ma’ruf Amin. Saya tidak tahu itu benar atau tidak, kenapa Pak Jokowi lebih cerdas daripada kita, ini tidak boleh,” itu kata Pak Yusuf Ketua GNPF. Lah, kok gak boleh pak, boleh atuh.

Entah bagaimana lobi-lobi sebenarnya, ijtima ulama yang dipertimbangkan jadi semakin berat, finali, sorak sorai gembira seperti teriakan pesimistis ketika Sandiaga Uno mengundurkan diri dari jabatan Wakil Gubernur Jakarta. Kabarnya, Sandiaga Jumat ini minta izin dadah-dadah ke pak Anies. Cie digaet!

“Jadi menurut saya yang terbaik dibicarakan dirundingkan lagi yang benar-benar dipertimbangkan yang baik, jangan sampai nantinya mengalami kegagalan,” kata Pak Yusuf seperti ada nada-nada tak terima usulannya diabaikan.

Nama-nama yang sudah disodorkan pun tersingkir begitu saja. Termasuk AHY, Prabowo gak mau ambil risiko kekalahan bercermin dari kekalahan di Pilgup Jakarta. Nah, ini suatu kecerdasan lho ya.

Sayang seribu sayang, UAS yang notabane terpopuler dan terunggulkan berhasil merebut hati umat, fix gak nerima tawaran. Gak terima masuk politik praktis.

Lantas, Yusuf mengusulkan lagi para ulama, mikirnya seperti daripada tidak ada sama sekali, yang penting ulama, yaitu Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, dan otomatis semua dimuntahkan begitu saja. Prabowo seperti sedang bingung menimbang-nimbang.

Datanglah pahlawan yang masih 49 tahun. Sosok muda dengan alasan tidak bersuku Jawa akan mewakili sejumlah masyarakat di Indonesia, jeng jeng jeng, Sandiago Uno.

Deklarasi Prabowo-Sandiaga diiringi shalawat badar. Kita harapkan, semoga berkah shalawat bisa membawa kebaikan sebagaimana kepopuleran yang ditorehkan Nisa Sabyan. Berkah sholawat. Eh, gitu.

Tags

Ananda Perdana Anwar

Lahir di Pelaihari, tinggal di Banjarbaru, suka jadi driver online, tapi lebih senang nulis curhatan penumpang. Nyambi jadi wartawan, dan alhamdulillah masih beriman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin