Cinta

Drama Cinta Media Sosial

“Pohon ara dibuat gubuk, pasang pasak biar tegak, resiko asmara dunia facebook, cinta ditolak blokir bertindak.”

TandaPetik.Com – Begitu ungkapan, seorang asmarawan facebook yang saya lihat, ketika cintanya ditolak, blokir bertindak. Mungkin tidak hanya dia saja mengalaminya. Semua orang pernah merasakan sakitnya. Tidak pernah ketemu, tapi hati rapuh bagai arang.

Membara sudah tentu, mau marah tapi tidak pernah melihat batang hidungnya. Mau ngamuk, hanya sebatas bertatap muka melalui foto-foto fana.

Entah apa dibenak sebagian pengguna media sosial. Padahal baru melihat foto, eh katanya sudah jatuh cinta. Teringat sepenggel lirik lagu ESTE 12, satu jam saja ku sudah bisa, cintai kamu, kamu, kamu.

Ini jaman modern dengan berbagai macam aplikasi. Menjalin hubungan asmara mudah, tidak seperti membuka tali simpul pramuka.

Facebook bisa jadi alat jatuh cinta, pakai tinder, you pastinya. Pakai Tik tok mau diblokir, eh udah dibuka kayaknya. Pakai bigo ngeliat begitu aja, beri diamond udah beres, itu juga cinta. Tanda cinta sesimpel itu sepertinya.

Ketemuan, belum tentu sesuai harapan. Foto menipu sudah tentu jadi alasan. Katanya cinta walau lihat foto saja. Ketemuan malah kabur. Eh. Teknologi video call sih bisa dimanfaatkan untuk kamu yang jatuh cinta, tapi doi mau nggak videoan sama kamu. Kalau engga patut dicurigai, Jangan-jangan.

Cinta memang datang dari mana saja, media sosial jadi alternatif datangnya panahan cinta. Cinta itu buta.

Menurut Penelitian sih, orang cenderung buka diri ketika kita tidak melihatnya. Bumbu bohong pastilah ada. Tanpa itu, masakan cinta di media sosial apalah artinya.

Dibanding mencari secara konvensional, lebih baik cara modern dalam mencari pasangan. Tentunya melalui aplikasi tadi yang saya sebutkan.

Kenapa ada jomblo di dunia ini. Yah mungkin dia masih pakai cara konvensional.

Sudah menjalin hubungan, sudah bertukar pesan dan pemikiran. Sudah terbuka satu sama lainnya. Akibatnya, kecemburuan , perasaan rindu ingin ketemu orang difoto itu. Yah, kecurigaan timbul seiring waktu. Doi chatting sama orang kayaknya, doi bermesraan sama orang kayaknya. Doi…. ah bla, bla, bla pokoknya. Pikiran menggebu-gebu pasti tertanam bagi orang-orang yang ingin ketemu pasangannya, yang sudah dijalaninya melalui media sosial. Mau video call, ah doi lagi-lagi ngga mau. Jangan, jangan.

Kasus, pernah terjadi bahkan sampai viral ketika ketemu doi, eh malah tidak sesuai harapannya. Foto cantik terpampang, aslinya “Maradona” (Maria sebutannya, Doni namanya).

Tentu tidak salah menjalin asmara melalui media sosial. Kalau sudah hati merasa senang, cinta mulai datang. Yah, baiknya berlanjut ketemuan. Agar tidak menjadi sinetron tidak jelas. Kalau tidak ketemuan, udah putus eh pada akhirnya nanti susah dicari orangnya. Mau kemana mengadu , ke Mark Zuckerberg, terlalu.

 

ardian

Saya adalah penggemar segala hal. Satu hal yang tidak saya gemari, berpikir!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin