Tips dan Trik

Cuti Melahirkan Berakhir, Anak Minum Apa? Tips untuk Working Mommy

TandaPetik.Com – Air susu ibu (ASI) merupakan cairan Illahi yang diproduksi oleh manusia, merupakan konsumsi utama untuk bayi dari usia 0-6 bulan, mudah diserap sebelum bayi mengonsumsi makanan padat. Asi diberikan hingga usia anak 2 tahun. Namun banyak sekali ibu-ibu di luar sana yang akhirnya menyerah memberikan ASI karena berbagai hal, padahal ASI memiliki zat yang tidak dimiliki susu paling mahal sekalipun.

Kendala yang paling sering dihadapi adalah ketika masa cuti telah berakhir (bagi ibu pekerja) hal ini mengharuskan ibu untuk beraktifitas di luar rumah untuk bekerja, sementara itu buah hatinya harus di rawat oleh, nenek dari anak, pembantu, atau orang kepercayaan lain.

Hal seperti ini seringkali menjadi pemicu pemberian susu selain ASI, yakni MPASI  (makanan pendamping ASI). Kurangnya pengetahuan si pengasuh bisa menyebabkan gangguan kesehatan bahkan mengancam nyawa si bayi jika susu yang diberikan tidak cocok dan MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan sebelum anak berusia 180 hari atau 6 bulan.

Tahukah Anda bahwa ASI bisa terus diberikan kepada bayi, meskipun sang ibu tidak berada didekat anak? Baca terus artikelnya.

ASIP (air susu ibu perah) merupakan solusi paling bagus jika ibu bekerja ke kantor, bahkan untuk ibu rumah tangga jikalau sewaktu-waktu harus bepergian tanpa membawa bayi. ASIP adalah air susu ibu yang diperah kemudian disimpan dalam chiller untuk penggunaan jangka pendek atau freezer untuk stock jangka panjang.

Berikut tips menyimpan ASIP untuk Working Mommy

1. Perkirakan waktu meninggalkan rumah, jika waktu mommy di luar rumah atau di kantor lebih dari 3 jam pastikan membawa cooler bag untuk menyimpan ASIP dan breast pump untuk memerah ASI. Sebab produksi ASI akan menurun jika mommy tidak mengosongkan payudara selama 3 jam lebih. Jika mommy bekerja hingga 8 jam pastikan mommy memerah ASI di kantor sebanyak 2 kali, untuk menjaga produksi ASI.

2. Pastikan cooler bag yang berisi ice pack atau ice gel dalam kondisi beku atau sudah disimpan dalam lemari es selama 24 jam. ASIP bisa bertahan hingga 12 jam di dalam cooler bag yang dingin.

3. Penampung ASIP bisa menggunakan kantong atau botol ASI. Kantong ASI untuk sekali pakai sedangkan botol bisa dipakai berkali-kali, jika mommy menggunakan botol maka pastikan dalam kondisi steril dan bersih.

4. Breast pump adalah alat utama mommy untuk memerah ASI selain tangan. ASI bisa diperah dengan menggunakan tangan atau breast pump. Breast pump ada dua jenis manual dan elektrik, ini berdasarkan kenyamanan mommy, mungkin ada yang lebih mudah memerah menggunakan tangan karena bisa menjangkau area payudara yang tidak bisa di jangkau oleh breast pump, dan ada pula yang lebih suka menggunakan breast pump karena lebih mudah dan simple. Yang terpenting adalah tetap menjaga kebersihan tangan dan breast pump.

5. Kertas label ini berguna untuk memberi tanggal ASIP diperah dan jam, untuk memudahkan proses penyimpanan dan pemberian ASIP nantinya. Kertas label hanya digunakan untuk mommy yang menyimpan ASIP di dalam botol, jika mommy menyimpan ASIP menggunakan kantong tidak perlu repot membawa kertas label karena dibagian atas kantong terdapat keterangan yang bisa langsung mommy isi.

Demikian tips untuk kalian, para mommy militan masa kini yang tetap mau berjuang memberikan hak untuk anak-anak, meskipun dalam kondisi berjauhan dengan buah hati. Jangan menyerah untuk mengASIhi!

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin