Responsive Ad Area

Share This Post

Cinta

Cobalah Berpura-pura Menyayangiku Kata Si Jomblo

Cobalah Berpura-pura Menyayangiku Kata Si Jomblo

TandaPetik.ComApa yang membuatmu berpikir aku tidak pantas untukmu? Tulisan ini saya persembahkan buat para jomblo akibat ditolak cintanya. Jadi, demi menjaga kredibilitas tulisan ini, saya sengaja menemui beberapa makhluk berstatus jomblo. Mulai dari yang menyandang status jomblo 1 hari, sampai jomblo akut, bahkan ada juga yang hampir expired. Kesimpulannya adalah, status jomblo bisa terjadi karena beberapa sebab. Namun yang paling sering terjadi adalah akibat cinta bertepuk sebelah tangan. Lain kali saya akan menulis khusus tentang jomblo. Bukan pada tulisan ini.

Berdasarkan hasil riset dan study saya pribadi, tentu saja tidak bisa dipertanggungjawabkan lo, alasan merasa tidak pantas sering digunakan untuk menolak cinta seseorang. Benar gak sih? Banyak faktor kenapa perasaan tidak pantas itu bisa melintas di dalam pikiran. Bisa karena minder akibat faktor merasa diri tidak cantik, tidak tampan. Bisa juga faktor ekonomi (finansial) keluarga, dan lain sebagainya. Tapi ada juga yang sekadar menggunakannya sebagai alasan tidak bertanggung jawab. Hanya alasan untuk menolak cinta seseorang. Basi dan tidak kreatif!

Terlepas dari itu semua, Apa sih susahnya berpura-pura menyayangi orang yang mengharapkan perasaan tersebut dari kita? Jika pertanyaan itu saya lemparkan kepada kamu, atau banyak orang, pasti beragam jawaban akan saya terima. Sekadar contoh, kemungkinan besar jawabannya seperti ini:

Kenapa berpura-pura menyayangi seseorang itu sulit?

“Lebih baik jujur meski menyakitkan. Dengan begitu dia bisa cepat move on.”

“Sama aja PHP dong. Kasihan dianya.”

“Rasa sayang, rasa cinta itu tidak bisa dipaksakan. Apalagi kalau cuma pura-pura.”

“Ngapain soal gitu aja pakek pura-pura. Terima ya terima. Tolak ya tolak.”

Komentar-komentar di atas hanyalah sekadar contoh yang melintas dalam imajinasi saya. Dan saya masih membayangkan jawaban apa semisal menanyakannya ke kamu?

Jadi begini, siapa yang menjamin hubungan seseorang akan terus langgeng? Tanpa konflik, tanpa permasalahan dan berujung tragis, bubar alias putus. Bukankah itu juga menyakitkan seperti halnya berpura-pura menyayangi. Memang sih rasa sakit dari sebab yang berbeda. Tapi namanya sakit ya tetap saja sakit. Lantas, bagaimana seandainya berani mengambil resiko untuk berpura-pura menyayangi?

Terciptanya sebuah hubungan emosional seperti cinta, pada mulanya adalah karena adanya ketertarikan. Betul tidak? Bisa karena cantik, cakep, tajir, baik, pintar, gagah, pintar menulis puisi, bapaknya seorang pengusaha, walikota, bupati, gubernur atau presiden. Penilaian tersebut bisa terjadi karena pada saat pandangan pertama. Jenis penilaian semacam ini lumrah, dan saya memasukannya dalam kategori penilaian yang terburu-buru. Perasaan yang tidak sabar. Ada juga yang baru bisa menghasilkan penilaian seperti di atas setelah melewati proses berteman lama dulu, atau kenal cukup lama. Jadi, jika ada cinta karena berteman dulu, kenal cukup lama, kenapa tidak ada cinta dari pura-pura menyayangi dulu?

Semua sebab ketertarikan tidak bisa dijumpai di pandangan pertama. Siapa tahu dengan pura-pura menyayangi justru akan menjadi sayang sebenarnya? Misal, setelah berpura-pura menyayangi 1 bulan, ternyata ada hal menarik dari orang tersebut yang baru terlihat. Ya, cinta datang karena kesabaran. Kalau ini terjadi, ya setidaknya bisa meminimalisir jumlah jomblo di dunia ini. Selain itu banyak dampak positif yang bisa didapat.

Manfaat Ketika Cinta Bergayung Sambut

  • Meminimalisir, orang patah hati

  • Mengurangi tingkat kriminalitas, akibat luapan emosi kalau cintanya ditolak

  • Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, karena orang yang menemukan cintanya cenderung royal kepada pasangan

  • Meningkatkan kunjungan pariwisata, karena orang yang menemukan cintanya cenderung suka mengajak pasangannya jalan-jalan

  • Meningkatkan minat menulis, karena orang yang menemukan cintanya suka menulis nama mereka di pasir, tembok, meja belajar, penggaris, lengan tangan sampai dinding kamar pribadi.

  • Meningkatkan minat baca terhadap perasaan pasangannya.

Saya pikir contoh di atas sudah cukup memberikan gambaran betapa memiliki pasangan itu penting. Maka, tak ada salahnya berpura-pura menyayangi itu dicoba. Ini demi para jomblo agar mereka berhenti mengutuk malam minggu.

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lewat ke baris perkakas