Ulasan
Trending

Cerita Miris Fauzan Noor, Juara Dunia Karate, Praha 2018

TandaPetik.Com – Kisah prestasi pelari tercepat asal Indonesia, Muhammad Zohri yang kemudian menjadi buah bibir mungkin berakhir dengan bumbu kebahagiaan. Setelah status sosial Muhammad Zohri yang terbilang pas-pasan ramai diviralkan netizen, banyak pihak bahkan presiden Republik Indonesia turut memberikan perhatian.

Muhammad Zohri boleh senang, bangga, dan ia memang pantas untuk mendapatkan itu semua. Tapi bagaimana dengan atlet-atlet lain? Masih banyak atlet dari berbagai cabang olahraga selain atletik yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa, ‘berperang’ di era modern untuk memenangkan nama Indonesia, salah satunya adalah atlet karate asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Fauzan Noor yang akan kami ulas dalam tulisan ini.

Fauzan Noor Harus Menang Dulu, Jika Ingin Berlaga di Praha

 

Beberapa waktu lalu, Senin, 16 Juli 2018, saya bersama tim tandapetik.com melakukan wawancara dengan Senpai Erwan Januardi. Senpai Erwan adalah seorang atlet karate tingkat dunia, terakhir pernah mengikuti kejuaraan di Praha tahun 2013.

Dalam kasus Fauzan Noor, Senpai Erwan adalah seorang asisten pelatih ketika Fauzan Noor mengikuti kejuaraan BHIMA CUP ke V / AOTKF (Asia Oceania Traditional Karate Federation), Agustus 2017. Dari kejuaraan inilah, Fauzan Noor berhasil membuktikan dirinya dengan menyabet medali emas dan layak mewakili Indonesia untuk berlaga di Kejuaraan Karate Tingkat Dunia, Waso Cup di Praha Republik Ceko.

“Ceritanya, saat kejuaraan Bhima Cup ke V / AOTKF 2017 di Jatinangor itu dihadiri oleh Presiden Fudokan Karate Eropa. Ia membawa misi untuk mencari bibit atlet asal Indonesia yang akan dihadirkan mengikuti kejuaraan di Praha Republik Ceko khusus kumite perseorangan putera. Saat itu, atlet kita dari Kalsel, Fauzan Noor lah pemenangnya,” ungkap Senpai Erwan.

Perjuangan Berangkat Menuju Praha

Meski tiket undangan berlaga di Waso Cup di Praha sudah di tangan, itu tidak semerta-merta Fauzan Noor mendapatkan berbagai kemudahan. Senpai Erwan bahkan menceritakan saat itu Fauzan Noor sempat putus asa dan membatalkan rencananya bertanding ke Praha.

“Masalahnya adalah dana keberangkatan. Memang benar pihak panitia menanggung biaya tiket perjalanan, tapi itu baru bisa diklaim setelah Fauzan Noor tiba di sana,” kenang Senpai Erwan.

“Jangankan ke Praha, saat ingin mengikuti pertandingan di Jatinangor saja mencari dana bantuan susahnya bukan main. Kalau untuk ke Praha, tidak ada bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah padahal surat proposal sudah disampaikan ke Menpora RI, Disbudparpora, KONI, bahkan ke Gubernur Kalsel tidak ada jawaban, ” sambungnya.

Upaya gigih para pelatih untuk memperjuangan Fauzan Noor agar bisa berlaga di Praha sampai pada titik puncak, mereka akhirnya memberanikan diri berangkat ke Jakarta untuk menemui salah seorang anggota DPR RI atas rekomendasi salah seorang panitia pelaksana di Praha.

“Tujuan kawan-kawan ke sana cari pinjaman uang dan akan dikembalikan setelahnya dari Praha,” ucap Senpai Erwan. “Singkat cerita, anggota DPR RI tersebut bersedia memberikan pinjaman. Dan kami pun segera menyiapkan Fauzan Noor untuk berangkat ke Praha. Untuk uang saku selama di sana, kami mengumpulkan sumbangan sukarela ke para anggota karate seperguruan yang ada di Kalsel,” cerita Senpai Erwan.

Secara internal perguruan sendiri, Erwan menceritakan perhatian mereka cukup baik. Ada bantuan dari Ketua Umum, Gusti Perdana untuk kebutuhan selama di Jakarta sebelum melanjutkan ke Praha. Sementara Koordinator Nasional FKTI, membantu pengurusan visa, konsumsi dan penginapan sampai mengantar ke bandara.

“Selama di Jakarta sebelum ke Praha ada bantuan dari Gusti Perdana dan Kornas FKTI. Dan, keberangkatan Fauzan Noor didampingi pelatihnya, Mustofa. Jadi mereka berangkat berdua.”

Pemberitaan di Media Massa dan Berlanjut ke Medsos

Keberhasilan Fauzan Noor di kejuaraan Waso Cup di Praha Republik Ceko langsung kami informasikan melalui media massa cetak. Berita segera menyebar kemana-mana, namun tidak ada pihak yang antusias dengan keberhasilan tersebut, seperti halnya pemberitaan yang terjadi dengan atlet Muhammad Zohri di cabang olahraga atletik.

“Jangankan penyambutan di bandara, atau ditawari jadi polisi dan tentara, Fauzan Noor mendaftar satpol PP saja ditolak,” ujar Senpai Erwan.

Akhirnya, untuk penyambutan dilaksanakan inisiatif internal perguruan. Melalui Ketua Umum FKTI Kalsel, Gusti Perdana Kusuma, penyambutan pun dilaksanakan dengan mengundang pihak KONI Kalsel dan Gubernur yang saat itu diwakilkan Disbudparpora Provinsi Kalsel.

Membandingkan tingginya apresiasi pemerintah pusat terhadap Muhammad Zohri, meski terlambat menunggu viral, membuat Senpai Erwan merasa terpanggil untuk memunculkan kembali prestasi Fauzan Noor.

“Apa bedanya Fauzan Noor dan Muhammad Zohri?” kurang lebih demikian tulis Senpai Erwan dengan membeberkan fakta-fakta tentang fauzan Noor. Status yang dituliskan melalui sosial media Facebook tersebut ia tujukan kepada Ketua KONI Pusat, Tono Suratman.

“Sampai sekarang tidak ada balasan atau jawaban dari Tono Suratman,” ungkap Senpai Erwan. “Justru para netizen lah yang mengapresiasi tulisan tersebut dengan membagikannya ke mana-mana dan kemudian viral,” sambungnya.

Sekilas Tentang Fauzan Noor

Fauzan Noor adalah pria lajang yang selama ini bekerja di salah satu Indomaret di Banjarmasin. Orangtuanya, si bapak bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya sebagai tukang urut. Aktifitas kesehariannya di luar bekerja hanyalah menekuni karate.

Tags

harie insani putra

Penulis kambuhan. Kadang menulis dengan jurus mabuk.

Artikel Berkaitan

2 Comments

  1. Pengusaha kita di Kalsel terlalu hitung-hitungan dalam memberikan bantuan. Pun demikian dengan pemerintah, kadang disentil perlahan jawabannya manggut-manggut saja. Mesti dicubit atau dipukul dengan media dulu baru bisa bergerak. Itu juga perlahan, kadang menunggu anggaran, terlepas ikhlas atau tidaknyam pihak yang membantu maunya justru di ekspos di halaman terdepan koran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin