Olahraga

Bonus Atlet Kabupaten Banjar, Kenapa Telat atau Malas?

TandaPetik.Com – Ada apa dengan bonus atlet Kabupaten Banjar? Sebelum berlanjut, semoga pertanyaan ini diterima dengan kepala dingin, hati sejuk dan pikiran terbuka. Jujur, tulisan semacam ini hanya bisa dimasuki dengan kondisi tersebut. Kalau saat ini kondisi Anda sedang tidak seperti yang saya sebutkan, abaikan saja tulisan ini. Saya khawatir Anda terserang darah tinggi.

Pilihan menjadi seorang atlet sebenarnya bukan perkara mudah. Teramat berat bahkan. Salah satunya adalah Dipermainkan pemerintah daerahnya ketika pembagian bonus. Ibarat atlet tinju, bonus yang tidak segera dibayarkan seperti serangan jab telak ke arah wajah. Hasilnya memar dan pusing. Padahal, saat bertanding di arena sudah menerima pukulan serupa berkali-kali, dan masih diberi pukulan lagi. Kalau kasus tersebut menimpa saya, ribut adalah satu-satunya jalan untuk mempertahankan kehormatan.

Sebelum saya lanjutkan, Kabupaten Banjar harus bersyukur dan berterimakasih karena para atletnya sabar-sabar. Mereka memilih diam meski hati dongkol. Mereka memilih untuk menunggu janji meski tak mendapat kepastian. Kalau pun akhirnya diserahkan, pertanyaan saya, kenapa bisa telat, atau jangan-jangan malas menyerahkan? Maaf, jangan buru-buru merasa sangat disudutkan. Yuk baca terus catatan ini.

Bukankah peradaban kita sudah semakin maju? Dunia pendidikan juga semakin berkembang. Nalar dan logika manusia seiring waktu juga semakin kritis. Dan, bertanya adalah salah satu aplikasi dari pemikiran kritis tersebut. Selama manusia masih bersedia untuk bertanya, itu pertanda orang tersebut masih sehat karena mengedepankan akalnya. Termasuk bertanya lewat tulisan semacam ini? Tidak gampang lo bikin tulisan.

Sebenarnya saya sudah ingin menulis tema ini sejak Desember 2017 lalu. Saya tunda, sebenarnya lupa. Mungkin karena perhatian saya kurang dalam hal ini. Tapi setelah membaca berita, hati saya tergelitik kembali menuliskannya. Bolehkan? Meski saya tidak berkepentingan dan bukan siapa-siapa?

Sebagai orang biasa yang hidup di era modern sekarang ini, informasi sangat mudah didapat. Berita sudah seperti dalam genggaman. Situs-situs berita menjamur. Artinya, hampir setiap isu di daerah bisa dipantau setiap hari. Contohnya mengenai Bonus Atlet Kabupaten Banjar yang saya baca di KoranBanjar.Net.

Karena saya suka menulis, hitung-hitung catatan ini sebagai bahan latihan belajar menulis kritis. Belajar menanggapi berbagai fenomena yang terjadi. Selain itu, ini sekaligus cara saya membuktikan kalau saya bisa nulis serius. Tidak hanya asyik soal drama Korea, Pelakor, dan Kopi. Hehehe..!

Lanjut. Menurut saya begini. Sebagai pemerintah daerah, dimanapun berada, boleh dong saya menghimbau, sebaiknya jangan hanya suka menuntut para atlet untuk berprestasi dan mengharumkan nama daerah, tapi didik juga mereka dengan memberikan contoh pembelajaran disiplin dan tanggung jawab. Mosok hanya atletnya saja yang disiplin dan bertanggung jawab agar berhasil meraih medali.

Disiplinlah dalam bekerja dan bertanggung jawablah dengan melaksanakan kewajiban sebaik mungkin. Contohnya dengan memberikan bonus tepat waktu. Jangan menunggu ditagih. Kalau bisa sih, sebelum keringat sampai menetes, penghargaan sudah disiapkan terlebih dahulu. Kalau mereka berhasil, bonus langsung serahkan. Hebat gak tuh? Sangat terhormat. Elegan dan bertanggung jawab. Bisa gak ya?

Beberapa Himbauan Tambahan

Tolong semua pertanyaan di atas, himbauan, anjuran jangan dikembalikan ke saya. Pola-pola atau teknik debat kusir dengan mengembalikan pertanyaan kepada lawan bicara sudah sering terjadi. Contohnya:

  • “Jangan cuma omdo, kamu sendiri bisa gak melakukannya?”
  • “Bisanya cuma ngritik, tapi gak bisa berbuat apa-apa?”
  • “Kami sudah bekerja semaksimal mungkin, lah apa yang sudah kamu lakukan?”

Contohnya 3 (tiga) saja cukup kan? Kalau kebanyakan, nanti dikira bocoran soal-soal UNBK.

Kenapa saya berharap agar segala pertanyaan tidak dikembalikan ke saya? Yakin mau “menyerang” dengan pertanyaan saya sendiri? Bukankah artinya kita harus bertukar posisi dalam artian sebenarnya. Saya harus menjadi pemegang kebijakan atau pengambil keputusan.

Kalau itu mungkin terjadi, maka, hari ini juga, detik ini juga, karena ini sudah menyangkut moril, tanggung jawab dan kehormatan daerah, bayar semua bonus atlet. Jangan ditunda lagi. Itu yang akan saya ucapkan.

Tags

harie insani putra

Penulis kambuhan. Kadang menulis dengan jurus mabuk.

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin