TeknologiUlasan

Baru Saja Diblokir, Tik Tok Akan Dibuka kembali. Sebenarnya Ada Apa Sih Ini?

TandaPetik.Com – Awalnya gembar-gembor pemblokiran aplikasi Tik Tok. Tanpa menunggu berlama-lama, muncul kabar Tik Tok akan dibuka kembali dengan salah satu syarat membuka kantor di Indonesia. Entah ini sebuah akhir yang membahagiakan, atau menyedihkan. Sebenarnya ada apa sih ini?

Selama ini, Indonesia memang telah menjadi sasaran empuk, pasar atau ladang bisnis bagi para pengembang aplikasi dari luar negeri. Aplikasi semacam Tik Tok, Bigo Live dan mungkin Kwai Go, adalah jenis aplikasi yang sangat diminati orang-orang Indonesia. Tak heran, saat ini bermunculan aplikasi video serupa yang bisa diunduh gratis di Google Play.

Pemerintah Indonesia melalui Kemkominfo tentu saja memiliki standar berpikir sendiri menghadapi berbagai macam aplikasi android yang populer digunakan masyarakat Indonesia. Memberantas konten-konten negatif semacam pornografi itu sudah pasti. Sisanya, banyak alasan lain sebagai pertimbangan tentunya.

Dalam kasus Tik Tok ini, Menkominfo, Rudiantara telah menegaskan agar pihak Tik Tok membuka kantor di Indonesia apabila pemblokiran ingin dicabut.

“Kami minta komitmen (mereka) untuk membuka kantor di sini,” ucap Menkominfo Rudiantara dikutip dari laman liputan6 (4 Juli 2018).

Memblokir, menurut hemat saya adalah kata sakti untuk menggertak pihak developer. Asumsi ini menurut saya sangat beralasan jika kita mengingat kembali kasus yang menimpa aplikasi Telegram dan Bigo Live pada 2017 lalu. Mereka juga terkena gertakan Kemkominfo. Salah satu tuntutan Kementrian Kominfo saat itu sama dengan tuntutan kepada aplikasi Tik Tok, yakni sama-sama meminta kedua aplikasi tersebut membuka kantor di Indonesia.

Namun, nyatanya pihak Bigo Live saja yang menyanggupi hal itu. Pihak Telegram melalui Chief Executive Officer (CEO) Telegram, Pavel Durov menyatakan belum berniat membuat kantor di Indonesia, alasannya mereka adalah organisasi non profit.

Seandainya Tik Tok kemudian bersedia membuka kantor di Indonesia,otomatis Tik Tok akan tayang kembali di Indonesia. Tak masalah selama pengawasan berjalan dengan baik. Namun, tak bisakah kasus semacam ini tak terjadi berulang-ulang? Menunggu heboh dulu, baru digertak dengan tuntutan membuka kantor, kemudian diijinkan. Kalau seperti itu terus, sama halnya tanpa ada tindakan pencegahan dini.

Terlepas dari itu semua, tindakan Kementrian Kominfo ini patut diapresiasi. Dan saya pun maklum, membangun kantor di Indonesia, sama halnya memaksa secara halus agar mereka berinvestasi di negara ini. Mungkin itu dianggap lebih baik ketimbang memblokir Tik Tok. Hanya saja, jangan gara-gara mengejar investasi, hal-hal negatif bisa ditarik ulur dan ditawar-tawar. Pengawasan tetap harus dijalankan.

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

ardian

Saya adalah penggemar segala hal. Satu hal yang tidak saya gemari, berpikir!

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin