Responsive Ad Area

Share This Post

Kuliner

Banjarbaru Darurat Ayam Geprek

Banjarbaru Darurat Ayam Geprek

TandaPetik.Com – Siapa sih yang tidak tahu ayam geprek di Banjarbaru? Apalagi anak muda yang sering mencari makanan murah.

Inspirasi tulisan ini muncul sebenarnya dari seorang teman saya di media sosial. Dia menyatakan Banjarbaru Darurat Ayam Geprek. Saya sepakat dengan hal ini.

Memang cukup mencengangkan sampai-sampai Kota Banjarbaru darurat dengan makanan murah ini. Tidak dapat dipungkiri juga, ayam geprek menjadi idola baru bagi para pebisnis rumah makan. Mudah dibikin dan bahannya pun tersedia banyak.

Pernyataan teman saya tidak salah, saya mencoba melihat fenomena ini. Sebelum tenar, saya sempat mencicipi hasil berjualan ayam geprek pada tahun 2015. Keuntungannya lumayan. Namun karena kesibukan lain, saya tinggalkan.

Disini saya tidak membahas resep rahasia ayam geprek. Hilangkan persepsi itu. Pelebaran sayap ayam geprek ini seolah ingin bersaing dengan makanan khas Banjarbaru seperti nasi kebuli. Saya sebenarnya cukup senang, adanya ayam geprek ini. Mengenyangkan perut itu pasti. Ketika darurat hanya punya uang 15 ribu pengen makan pasti saya larinya ke ayam geprek.

Lokasi ayam geprek di Banjarbaru ini hampir ditemui dimana saja. Di belakang museum, di dekat kampus Uniska, di dekat kantor saya dan dekat rumah teman saya bahkan melebarkan sayapnya ke kota tetangga.

Meski saya tahu empat tempat itu saja. Saya yakin Banjarbaru memang sudah darurat ayam geprek.

Bahkan, ayam geprek ini sudah mempunyai level bertingkat-tingkat. Udah seperti apartemen saja.

Darurat ayam geprek hanya sementara

Seiring waktu, ayam geprek ini nantinya akan hilang peminatnya. Jika, pembisnis tidak menginovasi makanan ini. Masa, ketika saya beli hanya dapat timun dan daun kemangi saja. Ya minimal kasih tempe atau tahu kek.

Apabila bahan utamanya seperti ayam naik harga, tentu tidak akan murah lagi. Apalagi bahan lainnya seperti cabe yang juga turut mempengaruhi harga ayam geprek itu sendiri. Sehingga mampu mengalihkan penikmatnya ke makanan murah lainnya. Pastinya para pebisnis di makanan murah ini berpikir dua kali untuk menjualnya. Hingga akhirnya, darurat ayam geprek tidak ada lagi.

Sah-sah saja jika kalian masih mau menikmatinya meski harganya sudah melambung tinggi. Toh uang mu sendiri bukan uang saya juga. Haha

Saran saya, tidak harus dipakai juga sih. Makan ayam geprek jangan pakai cabe yang banyak. Soalnya pengalaman pribadi, akibatnya tau sendiri lah. Bolak-balik toilet.

Share This Post

Saya adalah penggemar segala hal. Satu hal yang tidak saya gemari, berpikir!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lewat ke baris perkakas