Olahraga

Asian Games 2018, Indonesia Target 10 Besar, Mungkin Gak Sih?

#AyoIndonesia, Mari Dukung Atlet Indonesia

TandaPetik.Com – #AyoIndonesia merupakan tagar dukungan kepada atlet-atlet Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2018 Agustus mendatang.  Kemenpora di akun instagramnya (@kemenpora) melalui #AyoIndonesia, mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung dan mendoakan langkah atlet Indonesia meraih prestasi di ajang 4 tahunan ini.

Bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia ditargetkan dapat masuk 10 besar negara peraih medali di Asian Games 2018.  Hal ini berkaca pada prestasi yang pernah ditorehkan Indonesia ketika menjadi tuan rumah Asian Games 1962.  Di Asian Games 1962, Indonesia berhasil finish di urutan 2 perolehan medali.  Di tahun ini, Indonesia berhasil menyabet 11 emas, 10 perak dan 28 perunggu dengan total perolehan medali sebanyak 49.

Prestasi Indonesia di ajang Asian Games mengalami penurunan dalam 2 dekade terakhir (1994-2014), Indonesia terakhir kali berhasil masuk 10 besar di tahun 1990 ketika Asian Games dilaksanakan di Beijing (China) dengan finish di urutan ke-7 dengan 3 emas, 6 perak dan 21 perunggu dengan total perolehan 30 medali.

Semakin kesini prestasi Indonesia semakin menurun, semenjak 1994 sampai 2014 tidak pernah lagi finish di 10 besar.  Bahkan sempat merosot ke posisi 22 di Asian Games 2006, Doha (Qatar).  Di Asian Games 2006, Indonesia hanya berhasil meraih 2 emas, 4 perak dan 14 perunggu.  Terakhir ketika Asian Games 2014, Incheon (Korea Selatan), Indonesia finish di urutan 17 dengan mengumpulkan 20 medali terdiri 4 emas, 5 perak dan 11 perunggu.

Tahun ini, Indonesia tidak akan membuang kesempatan sebagai tuan rumah.  Target masuk 10 besar perolehan medali sepertinya menjadi sebuah keharusan.  Dalam akun instagramnya, Kemenpora sudah menargetkan masuk 10 besar dengan mengandalkan cabang olahraga (cabor) yang menjadi andalan Indonesia meraih medali emas.

“Target prestasi di Asian Games 2018 nanti adalah 10 besar.  Ada beberapa cabor yang menjadi ungggulan untuk mencapai target 10 besar.  Jika cabor potensial penuhi target, maka Indonesia akan memperoleh 16-20 emas dan Indonesia masuk peringkat ke-10 Asian Games 2018,” tulis Kemenpora di akun instagramnya.

10 cabor potensial yang ditargetkan bisa menyumbang emas bagi Indonesia antara lain paralayang, dayung, bulutangkis, jet sky, wushu, bridge, angkat besi, pencak silat, panjat tebing dan taekwondo.  Di antara 10 cabor ini, pencak silat merupakan cabor andalan yang diharapkan bisa menjadi penyumbang emas untuk Indonesia.  Kebetulan cabor pencak silat baru ditandingkan dalam perhelatan Asian Games tahun ini.

Di cabor paralayang, Indonesia mengunggulkan untuk meraih emas di nomor ketepatan mendarat tim putra dan putri serta tunggal putri.  Di cabor dayung, nomor unggulan yang diandalkan di nomor LM8+ dan LM4-.  Jet Ski diharapkan emas berasal dari nomor unggulan endurance runabout, runabout 1100 dan super stock.

Bulutangkis tentunya selalu menjadi penyumbang emas Indonesia dalam setiap Asian Games.  Di tahun ini Kemenpora mengunggulkan sector ganda campuran sebagai lumbung emas Indonesia di cabor bulutangkis. Di ganda campuran ini, kemungkinan diharapkan Tontowi Ahmad dan Lilliyana Natsir dapat menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.  Owi dan Butet (panggilan pasang ini) memang dalam kondisi terbaik, saat ini mereka berada di jajaran ranking teratas dunia dari sector ganda campuran.

Di cabor bulutangkis ini, harapan emas bisa diraih dari sector ganda putra dari pasangan Markus-Kevin (dou minions).  Sebagai juara dunia, pasangan ini bisa menjadi andalan Indonesia untuk meraih emas di ganda putra cabor bulutangkis Asian Games 2018.

Wushu ditargetkan untuk mendulang emas dari nomor unggulan Taijiquan putra dan putri.  Di cabor bridge Indonesia memasang target emas dari nomor unggulan tim putra dan ganda campuran.  Di angkat besi harapan emas ditargetkan bisa diraih atlet yang berlaga di nomor unggulan putra 62 kg dan putri 48 kg.

Pencak silat sebagai cabor yang pertama kali dipertandingkan di Asian Games, diharapkan dapat menyumbangkan emas dari 5 nomor unggulan potensial.  5 nomor unggulan ini antara lain tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta putri kelas tanding.

Panjat tebing ditargetkan emas akan diraih dari nomor unggulan speed tunggal dan putri.  Terakhir, cabor yang potensial menyumbang emas adalah taekwondo.  Taekwondo diharapkan dapat menyumbang emas dari nomor unggulan poomsae tunggal putri.

Dari 10 cabor potensial tersebut di atas, bukan tidak mungkin Indonesia dapat menambah pundi-pundi emas dari cabor lainnya.  Misal, di cabor atletik lari cepat 100 M, Indonesia memiliki Lalu Muhammad Zohri.  Lalu Muhammad Zohri baru-baru tadi berhasil menjadi juara Dunia Sprint 100 M putra U-20, ini tentunya bisa menjadi harapan Indonesia menambah pundi-pundi emas dari cabor sprint 100 M putra.  Rencanya di Asian Games nanti, Lalu akan turun di nomor lari 100 M putra dan estafet 4×100 M putra.

Akankah target 10 besar tercapai di Asian Games 2018 ini? Mampukah Indonesia mengembalikan kejayaan sebagai Negara yang memiliki trend penghuni 10 besar seperti di era sebelum tahun 1990?.  Mari kita saksikan, dan terus berikan dukungan dan do’a untuk atlet-atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018, Jakarta-Palembang. #AyoIndonesia.

 

Tags

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin