Cinta

Apakah Kekasihmu Sudah Menjadi Tuhan?

TandaPetik.Com – Pada suatu waktu, ketika dosen sedang malas untuk masuk dan kami terlalu malas buat belajar sendiri. Saya bersama teman-teman akhirnya memutuskan untuk mendiskusikan sesuatu yang teramat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Diskusi itu dimulai dengan satu pertanyaan yang sangat klise:

Bolehkah seorang manusia menyelingkuhkan pasangannya?

Banyak teman-teman saya yang berkata ‘tidak’ atas pertanyaan itu. Mayoritas dari mereka adalah perempuan, saya tidak tahu kenapa, apakah perempuan terlalu takut diselingkuhkan atau cuma takut berkata ‘iya’ supaya kedok mereka tidak ketahuan. Entah. Yang pasti, dalam diskusi tidak berfaedah itu, mereka mengutarakan berbagai macam alasan sebagai landasan berpikir mereka:

– Ada yang bilang bahwa cinta semestinya tidak berdusta
– satu yang lain bilang daripada menyakiti pasangan dengan cara seperti itu, lebih baik jujur dan pilih salah satu
– ada juga yang bilang menyelingkuhkan pasangan tidak boleh karena termasuk manusia tidak bersyukur, dan manusia tidak bersyukur cepat masuk neraka.

Untuk beberapa hal, saya setuju dengan pendapat mereka. Akan tetapi, sebagai seorang penganut being different is better than being better maka saya memutuskan untuk berbeda pendapat dengan orang-orang penakut itu.

Mengapa seseorang tidak boleh selingkuh dari pasangannya?

Oke, jadi begini, bagi saya, selingkuh adalah proses sakral sebuah pencarian kekasih sejati. Kita mana tahu siapa yang cocok buat kita kalau kita sendiri hanya fokus pada satu orang, hanya tahu sifat pasangan kita. Dengan kata lain, selingkuh adalah untuk mencari yang terbaik, untuk memilah dan membandingkan, untuk mengetahui mana yang pantas buat kita dan mana yang bukan.

Tentu tidak semua orang yang selingkuh berpikir begini, beberapa dari mereka selingkuh hanya karena nafsu semata. Tidak bersyukur—dan cepat masuk neraka. Tapi beberapa yang lain selingkuh dengan niat yang amat sangat baik seperti apa yang saya bilang di atas.

Lagian, siapa sih pasanganmu?

Kamu kok patuh banget sama dia, dibilang ini iya, dibilang itu iya. Kamu harus selalu ingat buat hubungin dia, tidak peduli kapan waktunya. Kamu harus nemenin dia kalau dia sedang ada kerjaan. Kamu harus pura-pura tertawa saat dia ngelucu padahal garing banget. Kamu harus menghiburnya kalau dia sedang badmod. Kamu tidak boleh chat dengan orang lain. Kamu tidak boleh jalan sama orang lain. Kamu tidak boleh ketemuan sama orang lain. Kamu tidak boleh suka dengan orang lain. Kamu tidak boleh menduakannya. Pokoknya dia adalah satu-satunya orang yang boleh kamu cintai.

Oh. Malang sekali, kawan. Apakah kekasihmu sudah menjadi Tuhan yang disembah, dipuja, diyakini, dipatuhi, dan tak boleh diduakan?

Sudah ah, jadi begini saja, jika kamu masih saja bertanya tentang; apakah menyelingkuhkan pasangan itu boleh?

Maka saya hanya akan menjawabnya dengan satu pertanyaan lain, sebab kata orang, jawaban terbaik untuk pertanyaan buruk adalah dengan menanyakan balik. Jadi, saya menanyakan ini kepada kamu, hai orang-orang yang masih saja beranggapan bahwa kekasihnya adalah manusia paling baik sejagat raya:

Apakah kekasihmu Tuhan sampai-sampai tidak boleh diduakan?

Artikel Berkaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin