Esai

Ada Udang di Balik Bakwan Dalam Ospek Mahasiswa Baru

TandaPetik.Com – Awal semester tahun ajaran baru adalah waktu yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan kampus.  Mereka para mahasiswa baru dikenalkan dengan ruangan kampus, dosen dan staf kampus serta kaka senior.

Masa perkenalan ini lebih sering dikenal dengan sebutan Ospek.  Namun seiring perkembangan zaman akhirnya masing-masing kampus memilki julukan tersendiri, walau dari segi tujuan dan kegiatannya masih sama dengan ospek.  Di kampus tempat saya dulu kuliah, ospek sudah berganti nama dengan sebutan P2B atau kalau mau lebih dipanjangkan menjadi Program Persiapan Belajar.

Dari namanya saja sudah pasti kegiatan ini dilaksanakan sebagai sebuah kegiatan yang diprogram bagi para mahasiswa baru untuk menyiapkan diri belajar di kampus barunya.  Ya kegiatan ini memang diisi dengan materi-materi pengenalan kampus, pengenalan jurusan, pengenalan minat, pengenalan dosen dan staf, walau ada juga sih sesekali ada kaka-kaka panitia yang dengan percaya diri mengenalkan dirinya padahal tidak terjadwal dalam susunan kegiatan P2B tersebut.

P2B di masa saya dengan masa sekarang, mungkin sudah mengalami perbedaan, saya sendiri pun sudah tidak tahu lagi seperti apa P2B sekarang.  Kalau dulu sebelum adanya P2B saya harus merasakan dulu yang namanya kegiatan Pra P2B, ya ini kegiatan yang dilaksanakan sebelum P2B berlangsung.

Di kegiatan Pra P2B inilah bermunculan kaka-kaka senior yang sebenarnya baik malah kelihatan galak, tapi di balik kegalakan mereka ada hal yang disayangkan, yakni akting yang kurang dari kakak senior itu.  Kenapa saya katakan aktingnya kurang? Dia mau kelihatan galak di depan kami yang jadi adik-adik barunya, tapi kegalakan yang ingin diperlihatkan tidak sesuai dengan wajahnya yang imut, ya jadi akhirnya setelah sempat tegang dengan kaka seniornya sebelumnya yang memang galak malah hilang deh, ketika si kaka yang ini marah-marah, malah jadi lucu. Kasihan juga sih sebenarnya, dia udah mau akting galak tapi gagal karena wajahnya yang tidak mendukung.

Bersyukurlah bagi kalian yang akan menjadi kaka senior sudah memiliki wajah galak duluan, jadi tidak perlu lagi berakting.

Di masa Pra P2B, ada saja hal-hal yang menurut saya memberatkan, ya namanya menjadi mahasiswa baru pasti merasa terbebani dengan hal-hal tersebut, walau di mata kaka-kakak senior hal lumrah saja. Toh mereka sudah pernah melalui hal-hal seperti itu.

Belum lagi pikiran takut dimarah-marahin dan dibentak-bentak dengan alasan tak jelas dan salah apa (seperti ketika pacar marah tiba-tiba, tanpa hal yang jelas).  Beban ketika harus memikirkan tugas yang harus dibawa pada keesokan hari.  Parahnya tugas tersebut bukannya langsung disebutkan (mungkin seniornya minta kita peka), malah dibikin tebak-tebakkan lagi yang membuat beban semakin bertambah, sudah dikasih tugas, malah disuruh mikir juga. Duh nasib mahasiswa baru…duhhh.. duh…duh…

Jika tidak membawa apa yang dititahkan senior, bersiaplah besok menjadi makhluk terkucilkan dan menjadi terdakwa dalam sidang istimewa para senior lain, selain panitia yang menjadi hakim dadakan.  Senior-senior yang dengan gaya galaknya sambil pegang ranting, tongkat, dan sebagainya (pokoknya apa yang bisa dipegang), menunggu di bawah pohon, kantin atau pojok halaman kampus menunggu mahasiswa baru yang menjadi korban untuk target sasaran balas dendam di masa silam.  Duh kalau sudah masuk radar target mereka, susah dan bakalan sulit untuk terlepas dari kunci target ini.. Berdoa dan bersabar, kelak penderitaan akan berakhir setelah tiba waktu pulang….

Terus ketika mengeksekusi, abang-abang/kakak-kakak sambil ceramah “Kalian ini masih tidak seberapa sakitnya, kalian ini masih disayang, kalian ini sangat beda dengan waktu kami dulu.  Dulu kami lebih dari kalian ini.  Bersyukur kalian cuma diginikan, sudah dikasih enak tapi kaliannya masih kayak gini”, dan bla bla bla, seakan penderitaan yang mereka rasakan dulu itu lebih sakit daripada adik-adiknya rasakan.

Ada hal yang menjengkelkan juga sih ketika disalahkan membawa tugas yang diminta.  Pernah ketika disuruh membawa pisang satu sisir, ih malah disalahkan ketika dibawakan pisang benar-benar satu sisir dengan isi 10 biji.  Malah dibilang gak pintar lah, ini lah, mereka malah muji-muji teman yang bawa pisang satu biji dengan satu sisir.  Harusnya mereka bersyukur dibawakan pisang yang banyak, jadi mereka gak usah rebutan ketika ingin makan pisang, duhhhhh.

Terus ada lagi tugas disuruh bawa minuman.  Katanya disuruh membawa minuman yang ada di daerah sendiri.  Karena mendapat tugas tersebut, saya dan beberapa teman berpikir kalau minuman tersebut adalah minuman yang diproduksi di wilayah Kalimantan Selatan.  Tanpa menyebut merk saya rasa anda bakalan tahu minuman apa saja, di benak saya pasti air mineral tersebut (khusus masyarakat Kalimantan Selatan). Ternyata setelah saya bawakan salah satu minuman mineral produksi di sekitar daerah sini, salah lagi.  Ternyata bukan minuman itu yang mereka minta, tapi ternyata minuman dengan merk “Daerah Saya” tapi dalam bahasa Inggris.  Hemm, saya malah mikir mereka ini mau dikasih minuman ion agar lebih kuat seharian membimbing kami mahasiswa baru, ~makasih ya kak, tapi maaf adik salah bawakan minuman yang kakak inginkan~, hemmmm…hemmm…hemmmmm.

Dan masih banyak lagi tugas-tugas lain yang berasal dari tebak-tebakan yang bikin pusing (minum obat anti pusing pun gak akan hilang), yang pada dasarnya kebanyakan mengarah pada jenis makanan dan minuman.  Saya tidak tahu maksud dari tugas-tugas ini, apakah untuk dikonsumsi oleh mereka atau apa, walau ada juga sih kami disuruh untuk mengonsumsi apa yang kami bawa tersebut yang diemut secara bergantian.  Duh kasihan bagi teman yang berada di urutan akhir, udah berapa mulut yang mengemut…

Tapi saya bersyukur apa yang kami rasakan tidak sesakit yang dirasakan dan diceritakan oleh kaka-kaka senior.  Walau sempat juga sih disuruh jalan jongkok karena telat datang, terus disuruh dorong motor dari gerbang kampus, tapi tidak masalah toh sudah terlanjur dilakukan ~mau ngelawan takut dianggap durhaka~.

Tapi kalau kondisinya seperti sekarang kalau disuruh dorong motor bakalan saya tolak, “Maaf kak, saya datang naik motor ke kampus biar gak capek, kalau mau capek mending saya tidak usah naik motor”,  mungkin begitu kali ya, ketika disuruh dorong motor sekarang ini.

Namun, tidak semua kaka-kaka senior yang terlibat dalam ospek memiliki rasa seperti itu, tapi ada juga yang benar-benar ingin membantu adik-adiknya untuk lebih mudah dalam mempersiapkan diri menghadapi kegiatan belajar di kampus, semisal membatu pengisian kartu rencana studi, memberikan arahan apa yang harus dilakukan ketika akan menghadapi perkuliahan, berbagi materi perkuliahan dan lain-lain.  Mungkin kaka senior seperti inilah yang akan banyak mendapatkan surat dengan amplop berwarna merah muda yang artinya suka atau cinta, dan kaka-kaka senior yang galak lah yang akan mendapatkan surat dengan amplop hitam pertanda benci.

Berkirim surat dengan amplop ini terjadi di akhir kegiatan ospek. Di saat inilah semua menjadi satu, “selamat datang dan bergabung di kampus kita tercinta” ucap salah satu kaka senior yang diteruskan dengan salam-salaman ala mahasiswa.  Di sini benci berubah menjadi cinta, amarah menjadi suka.  Mungkin ada di antara beberapa yang tumbuh rasa cinta, dan sebagian masih ada pula yang menyimpan rasa murka.

Ospek memberikan kesempatan bagi mereka untuk jatuh cinta pada pandangan pertama, kesempatan bagi kaka-kaka jomblo untuk mencari pasangan.  Kali aja ada yang PAS…..

Selamat menghadapi ospek sebagai mahasiswa baru ya adik-adik, dan buat kaka-kakak senior jangan galak-galak ya….

Baca juga Artikel Berikut:
Tags

Artikel Berkaitan

3 Comments

  1. Selamat menghadapi ospek sebagai mahasiswa baru ya adik-adik, dan buat kaka-kakak senior jangan galak-galak ya….

    Ospek nang sakit kakaitu ah, kada sakit sakit banar jua….anggap beramian ranai

    Jaman now ospek seujung kuku aja dengan kenyataan hidup, jadi jangan heran kalau kelak akademisinya begitu lulus langsung jadi pesakitan, tidak kompeten, lemah daya pikir. sedikit sedikit mengeluh, tukang curhat di media sosial, skripsi minta bikinkan calo skripsi, termasuk kehiloangan adab dan sopan santun. Coba jaman dahulu, peserta ospek itu sampai mati, cidera parah hingga terluka perasan. Makanya lulusannya…….; JADI KORUPTOR! Gara gara kelamaan sakit.
    Jadi jangan salahkan Jokowi kalau tenaga kerja asing yang masuk. karena para sarjana mudanya mandul dalam produktifitas. Eh maaf ini bukan lahan kampanye.

    Kesimpulannya? Buanglah sampah pada tempatnya. Atas kesempatan yang diberikan saya ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya, mohon maaf kalau ada salah kata….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda
WhatsApp chat Chat Admin